BRALING.COM, PURWOKERTO – Sejumlah musisi di Purwokerto turut terlibat pada kampanye Anti Polusi Suara. Kampanye ini diluncurkan melalui konsep performing Rame-Rame Minim Suara.

Melalui konsep ini, penonton yang datang ke Umah Kopi di Sumampir, Purwokerto ini tidak mendengarkan suara keras yang dihasilkan khas musik band. Penonton akan mendengarkan musik via headphone yang disediakan khusus.

“Jadi disinilah uniknya acara yang kami beri tajuk Rame-Rame Minim Suara ini,” kata pegiat Swarasunyi Purwokerto, Lij Imam Nurrokhman di keterangan pers yang diterima Braling.com.

Acara yang dilaksanakan Jumat 5 Juni 2019 ini digagas Swarasunyi yang bekerjasama dengan Umah Kopi Purwokerto dan Acarakita Indonesia. Sebelumnya, konsep ini pernah ditampilkan di di Sanggar Hirataka Banyumas dan Jegos Studio Kebasen.

Lij Imam Nurrokhman menjelaskan, acara kali ini sama sekali tidak mengganggu karena tidak mengeluarkan suara yang dihasilkan oleh soundsystem ribuan watt.

“Saya hanya memberikan solusi untuk di Purwokerto khususnya bahwa ada konsep acara yang intim namun suaranya tidak mengganggu lingkungan sekitar,” jelasnya.

Baca Juga: Watak Sejarah Purbalingga Itu Damai, Paseduluran Harus Semakin Kuat

Line up di Rame-Rame Minim Suara ini ialah Genta Garby Love & Share, Bird dari Malaysia, dan juga Hyndia Band. Turut terlibat juga ada komika seperti Adit dan Koko serta magician Kim Van Disel.

Gitaris Hyndia, Aga Maulana antusias dengan konsep Rame-Rame Minim Suara ini. “Hal yang baru bagi Hyndia dan pasti kami apresiasi,” katanya.

Sementara Adit dan Kim Van Disel merasa tertantang untuk tampil dimana penonton akan menikmati guyonan ataupun sulapan mereka dengan menggunakan headphone untuk mendengarnya.

BANGKIT WISMO