BRALING.COM, PURBALINGGA – Bupati Purbalingga menyoroti bahaya rokok. Bupati Purbalingga ingin melindungi masyarakat Kota Perwira dari bahaya asap rokok.

Perlindungan tersebut dilakukan dengan cara membuat draft rancangan peraturan daerah (raperda) tentang kawasan tanpa rokok. Raperda inistatif itu sudah diserahkan ke DPRD Purbalingga, 4 Juli 2019.

Bupati Dyah Hayuning Pratiwi berkata, masyarakat harus dilindungi dari bahaya asap rokok melalui aturan daerah. “Perlu ada aturan yang mengatur tentang kawasan tanpa rokok, sehingga kualitas kesehatan warga Purbalingga bisa dijamin,” kata Tiwi.

Menurut Tiwi, urgency regulasi daerah tentang kawasan tanpa rokok sudah diperkuat dengan banyaknya artikel kesehatan yang mengulas mengenai dampak dari asap rokok yang buruk bagi kesehatan.

“Warga Purbalingga perlu dilindungi dari bahaya asap rokok sehingga
Tiwi menambahkan, pengendalian konsumsi rokok di sembarang tempat harus di harus dilakukan lebih optimal lagi,” jelas Bupati Tiwi.

Baca Juga: Desa Terdampak Kekeringan Di Purbalingga Mulai Minta Pengiriman Air Bersih

Undang-Undang (UU) 36 tahun 2009 pasal 115 ayat 2 juga dengan terang mengamanatkan pentingnya kawasan tanpa rokok guna melindungi warganya dari paparan asap rokok.

“Hal tersebut juga merupakan amanat UU yang menyebutkan Pemda harus menetapkan kawasan tanpa rokok di daerahnya masing-masing,” kata Bupati Tiwi dalam sambutan di sidang paripurna DPRD itu.

Selain menyerangkan raperda tentang kawasan tanpa rokok, Bupati Purbalingga juga menyerahkan tiga raperda lain. Yakni Raperda Pedoman Kerjasama Desa di Kabupaten Purbalingga.

Kemudian, Raperda Pencabutan Perda NO 11 tahun 2008 tentang penetapan urusan pemerintahan Kabupaten Purbalingga dan Raperda pencabutan Perda No 20 tahun 2003 tentang garis sempadan sungai, manfaat sungai dan Penguasaan Sungai.

BANGKIT WISMO