BRALING.COM, PURBALINGGA – Desa Tamansari, Kecamatan Karangmoncol membentuk Kawasan Bebas Jentik. Program ini digencarkan demi mengurangi risiko perkembangan penyakit menular melalui gigitan nyamuk.

Pembentukan Kawasan Bebas Jentik di Desa Tamansari tidak lepas dari tingginya kasus DBD di Purbalingga. Bahkan, di Desa Tamansari, pada tahun ini sudah ada kasus DBD yang berujung maut.

Dinkes Purbalingga merilis pada tahun 2016 terdapat 274 kasus, 2017 terdapat 191 kasus, 2018 terdapat 190 kasus, sedangkan sampai bulan Juni 2019 ini sudah terdapat 508 kasus DBD di Purbalingga.

“Melihat dari data yang ada setiap 3 sampai 4 tahun terjadi peningkatan siklus kasus DBD Desa Tamansari pada tahun ini ada kasus DBD yang meninggal,” katanya saat kegiatan sosialisasi pembentukan KBJ di Tamansari, 14 Agustus 2019.

Pemberantasan jentik nyamuk harus dilaksanakan secara masif. Harus dilakukan dari keluarga, lingkungan RT/RW, dusun dan desa. Forum Kesehatan Desa (FKD) harus menjadi penggerak masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk.

Baca Juga: Baznas & BPRS Buana Mitra Perwira Kerjasama Sediakan Ambulance Gratis

Kadus 1 Desa Tamansari akan dijadikan percontohan. Keberhasilan program KBJ di Tamansari maupun wilayah lain ialah pemberdayaan dankebersamaan masyarakat dalam melakukan kebersihan lingkungan.

Sekretaris Kecamatan Karangmoncol, Sapto Suhardiyo mengapresiasi pembentukan KBJ di Desa Tamansari. Dengan adanya KBJ diharapkan dapat mencegah penyakit menular yang disebarkan oleh nyamuk.

“Disadari atau tidak masyarakat sekarang lebih mementingkan kebersihan depan rumah daripada belakang rumah. Banyaknya tumpukan sampah plastik dan genangan dibelakang rumah dapat menjadi media siklus pertumbuhan nyamuk,” kata Sapto.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •