KEBAKARAN yang meluluhlantakkan pasar Tunjungmuli memaksa tim Pemadam Kebakaran menerjunkan semua kekuatan yang dimiliki. Lima mobil pemadam kebakaran plus dua mobil bantuan dari Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, 12 personel damkar, personel Polres Purbalingga, Polsek, dan Koramil Karangmoncol, semua turun bahu-membahu memadamkan api. Belum lagi warga yang tak terhitung jumlahnya.

“Satu mobil saja bolak-balik sampai lima kali mengambil air,” kata Yulianto, seorang personel Pemadam Kebakaran BPBD Purbalingga kepada Braling.com, Minggu pagi (25/8).

Yuli mengatakan, dahsyatnya kobaran api membuat pemadaman berlangsung alot. Selain itu, mobil damkar sempat kerepotan masuk ke lokasi kebakaran karena akses jalan dipenuhi warga yang antusias menonton kebakaran. Namun yang paling berat, kata Yuli, ialah sumber air. Personel damkar kesulitan mengambil air karena sungai-sungai di sekitara Tunjungmuli sudah mengering. “Kami harus mengambil air di Bobotsari,” ujar Yuli menambahkan.

Yuli mengatakan, dengan kerja sama lintas instansi dibantu warga setempat, api berhasil dipadamkan setelah lima jam. “Kami dating sekitar pukul 21.00, dan baru padam sekitar pukul 02.00 pagi,” kata dia yang mengaku baru saja sampai rumah ketika Braling.com menghubungi melalui sambungan telepon.

Kebakaran diduga dipicu api dari pembakaran sampah di sebelah pasar. Musim kemarau membuat api semakin mudah menjalar. Ia pun mengimbau agar warga lebih hati-hati ketika membakar ampah. “Pastikan api padam ketika ditinggalkan,” ujar dia.

Sementara Bupati Purbalingga, Diyah Hayuning Pratiwi, ketika di lokasi kebakaran mengatakan, fokus Pemkab Purbalingga dua, pertama memadamkan api dan kedua membangun shelter untuk pedagang. “Karena ora mungkin kan pedagang gak jualan,” ujar dia melalui Instagram Pemkab Purbalingga. (rudal afgani)