BRALING.COM, KARANGMONCOL-Pasar Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol ludes terbakar pada Sabtu malam (24-8). Dugaan sementara, kebakaran dipicu pembakaran sampah di samping pasar yang merembet ke kios. Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 800 juta.

“Itu sementara, masih bisa membengkak karena informasinya pedagang baru saja kulakan (nyetok-red),” kata Sekretaris Camat Karangmoncol, Sapto Suhardiyo, Minggu (25/8).

Menurut Sapto, Sabtu sore warga sempat memadamkan api dari sisa pembakaran sampah. Namun pemadaman tak dilakukan sampai tuntas sehingga masih menyisakan bara api. Diduga bara api inilah yang kemudian membesar dan menyambar bangunan semipermanen pasar Tunjungmuli. “Ditambah lagi di sekitar tempat sampah ada tabung gas,” ujar Sapto.

Sapto mengatakan, ada 87 pedagang yang menempati kios di Pasar Tunjungmuli. Namun jumlah keseluruhan pedagang mencapai ratusan. Ini karena ada juga yang berjualan dengan membuka lapak di emperan. “Ada juga pedagang yang memiliki dua kios kemudian digabung, jadi dari data kami ada 87 pedagang yang menempati kios,” kata Sapto.

Sapto mengatakan, untuk sementara pedagang tidak berjualan. Pemerintah daerah di kecamatan dan desa rencananya hari ini akan membahas relokasi sementara untuk pedagang. “Rencana nanti akan rembugan dengan pedagang terkait pemindahan pasar dib alai desa,” ujar dia.

Sementara Bupati Purbalingga, Diah Hayuning Prartiwi SE BEcon MM, yang dating langsung ke lokasi kebakaran langsung memberikan instruksi untuk jajarannya di kecamatan dan desa. Camat dan kepala desa diminta fokus pada pembangunan shelter untuk pedangan agar bisa terus berjualan. ”Saya minta kepala desa sekalian camat menginventarisir kerugian. Kemudian didata, karena kita kan harus buat shelter, karena ora mungkin kan pedagang gak jualan. Nanti coba dicarikan alternative lokasi pasar sementara, nanti koordinasi dengan Dinperindag untuk shelter,” kata Tiwi. (Rudal Afgani)