BRALING.COM, PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menjemput kepulangan Jamaah Haji asal Purbalingga di Asrama Haji Donohudan Solo, 8 September 2019.

Bupati Tiwi menjemput jamaah haji tersebut bersama suami, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD dan sejumlah pejabat struktural Pemkab Purbalingga.

“Mudah-mudahan ibadah haji yang dilaksanakan di tanah suci selama kurang lebih 40 hari dapat membuat bapak ibu sekalian menyandang haji dan hajah yang mabrur dan mabruroh,” kata Bupati Tiwi.

“Alhamdulillah kloter 71 ini utuh sebagaimana ketika diberangkatkan,” kata Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan PPIH Adi Sumarmo Solo, Muhammad Afif Muhdzir.

PPIH Adi Sumarmo Solo menyadari masih ada kekurangan kesalahan yang dirasakan oleh karena itu, Muhammad Afif Muhdzir memohon maaf atas keterbatasan yang mereka miliki.

“Atas nama PPIH kami serahkan kembali Jamaah Haji untuk selanjutnya pulang ke Purbalingga bertemu kembali dengan sanak keluarga,” kata Muhammad Afif.

Baca Juga: Begini Cara Desa Kaliori Merayakan Hari Jadi ke 175

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Purbalingga, Karsono melaporkan jumlah Jamaah Haji Tahun 2019 dari Purbalingga berangkat dalam empat kloter. Yakni kloter 70,71,72 dan 96.

Dari rencana 582 orang yang berangkat, namun ada satu orang yang akhirnya batal berangkat karena alasan kesehatan. “Jamaah atas nama Yusri Sanrosid Muhraji warga Pasunggingan dari Kloter 71 meninggal dunia di tanah suci,” katanya.

Kemudian, lanjut Karsono, terdapat tiga jamaah haji yang mutasi kloter atau pemulangan lebih cepat karena sakit. Yakni Sudiarto Sanrusdi Sanraji dari Desa Slinga, Heru Suhadi Wiramedja dari Desa Karangmalang dan Latiyah Amad Karta dari Desa Tidu.

“Sehingga jumlah Jamaah Haji asal Purbalingga yang hari ini pulang ada 577 orang setelah dikurangi yang batal, meninggal dan tanazul,” kata Karsono saat pelaporan proses pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji.

BANGKIT WISMO