BRALING.COM, PURBALINGGA – Semangat Persatuan Indonesia terus menerus dihadapkan pada tantangan perpecahan bangsa. Untuk terus menjaga rasa persatuan, para pendiri bangsa pun sudah mewariskan sebuah “kunci”.

Kunci yang telah diwariskan demi menjaga dan memperkuat Persatuan Indonesia tersebut ialah Pancasila. Lebih tepatnya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tersebut.

“Bahkan nilai-nilai ini sudah diwariskan nenek moyang kita dari zaman dimana Indonesia belum berdiri,” kata Ketua Karangtaruna Wirabumi, Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari, Agung Sunarko.

Kisah tentang Pancasila sebagai penyangga persatuan bangsa Indonesia ini dipotret dalam drama kolosal “Mantrasaka Pancasila”. Drama untuk memeriahkan Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 74 ini digelar di Perempatan Desa Majapura, Sabtu 31 Agustus 2019.

Agung Sunarko menjelaskan, drama ini berdurasi sekitar 90 menit. Alur ceritanya mengambil potongan-potongan pidato atau kutipan para tokoh bangsa Indonesia ini.

Karena itulah, tidak mengherankan jika tokoh seperti KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan, Bung Tomo, Jenderal Soedirman, Bung Karno hingga Bung Hatta “hadir” dalam drama kolosal itu.

“Kami ingin menginspirasi semangat persatuan yang sudah diwariskan para leluhur kepada generasi masa kini, melalui penggambaran sosok tokoh tersebut. Alhamdulillah, hal itu sangat mengena,” kata Agung.

Drama “Mantrasaka Pancasila” ini memang cukup spesial bagi warga Desa Majapura. Sebab, mulai dari pembuat cerita, kru hingga pemainnya adalah warga desa Majapura dari perwakilan dusun dan sejumlah TPQ.

Selain itu, drama ini juga melibatkan perwakilan SMK Maarif NU Bobotsari, Pesilat Pencak Jawa, Pemuda Pancasila, Banser hingga Jejaring Sibulan. Drama ini dihantarkan pembukaannya oleh budayawan, Agus Sukoco.

“Drama ini adalah perjalanan sejarah ke masa lalu, melalui hadirnya tokoh-tokoh bangsa di desa ini. Ini bukan sekedar drama, ini adalah momen magis yang sangat langka di Purbalingga,” kata Agus Sukoco.

Dengan menghadirkan rekaman suara para tokoh bangsa, lighting dan sound yang tertata serta semangat para penampil dan tim setting, drama kolosal “Mantrasaka Pancasila” ini mendapat apresiasi yang tinggi dari penonton.

“Ini drama yang luar biasa. Tidak menyangka kalau warga desa bisa menampilkan adegan drama yang penuh dengan pesan bermakna seperti ini,” kata salah satu penonton, Imam.

Antusiasme warga Desa Majapura tersebut tidak hanya ditunjukan di atas panggung, melainkan juga kepadatan warga untuk menyaksikan drama ini. Bahkan, mereka terus bertahan hingga drama selesai.

Kepala Desa Majapura, Retno Hendarwati mengaku sangat terbawa oleh alur dan penampilan para warga. “Meskipun persiapannya sangat terbatas, tapi hasilnya sangat krenteg di hati,” kata Retno.

BANGKIT WISMO