BRALING.COM, PURBALINGGA – Warga Desa Kedungbenda Kecamatan Kemangkon menjadikan Festival Congot sebagai upaya memperkuat brand image tagline desa “Kedungbenda Berbudaya”.

Karena itulah, menurut Kades Kedungbenda, Purwono, kegiatan di Festival Congot mencerminkan usaha melestarikan budaya lokal di Desa Kedungbenda.

Sebagai informasi, Congot merupakan tempuran atau titik pertemuan antara arus Sungai Klawing dan Sungai Serayu. Congot merupakan salah satu destinasi wisata spiritual di Desa Kedungbenda.

Festival Congot digelar 26-28 September 2019. Kegiatannya seperti Syukuran Sura dan Resik Luhur di Situs Lingga Yoni, Panembahan Dipokusumo serta tempuran Congot. Kemudian juga ada obor, kidungan dan kesenian dames.

Selain itu juga ada pentas seni “Senandung Klawing” yang menghadirkan Nomy Band dan Kamuajo. Puncak acara Festival Congot 2019 yakni Gerebek Suran, Kontes Njala, Parade Budaya, Pameran produk UMKM, Larungan serta Pentas Wayang bersama Ki Kukuh Bayu Setyo Aji.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi turut melepas larungan hasil bumi di Sungai Klawing dalam Festival Congot Desa Kedungbenda, 28 September 2019.

Baca Juga: Asiknya Main Kucing di Istana Kucing Sanggaluri Park

Bupati Tiwi menyebut Festival Congot di Desa Kedungbenda merupakan wujud dari semangat masyarakat untuk melestarikan budaya bangsa sekaligus menumbuhkan rasa cinta dari generasi muda.

Festival Congot juga disebut sebagai salah satu ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena Kabupaten Purbalingga merupakan kabupaten yang kaya akan potensi alam, seperti Gunung Slamet hingga Sungai Klawing.

“Potensi Sungai Klawing memiliki manfaat khususnya bagi warga masyarakat yang ada di desa Kedungbenda, karena sudah diberi anugrah yang luar biasa, kita wajib bersyukur dalam bulan suran ini,” kata Bupati Tiwi.

“Festival Congot juga untuk mengangkat pariwisata yang ada di Purbalingga, khususnya yang ada di desa Kedungbenda. Ingat, Kedungbenda merupakan desa wisata, tidak semua desa memiliki potensi seperti Kedungbenda,” imbuh dia.

Bupati Tiwi berharap, Festival Congot ke depan tidak hanya menjadi event lokal, namun harus menjadi event regional bahkan event nasional.

BANGKIT WISMO