BRALING.COM, PURBALINGGA – Pemkab Purbalingga memberikan bantuan dana Rp 100 juta untuk membantu pembangunan kembali pasar Runjang, Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol.

Dana bantuan itu bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Anggaran Pendapatan & Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2019. Bupati Dyah Hayuning Pratiwi menyerahkan bantuan itu secara simbolis kepada Kepala Desa Tunjungmuli, Joko Pranoto, 23 September 2019.

Seperti diketahui, api melalap ludes Pasar Runjang Tunjungmuli pada 24 Agustus 2019 kemarin. Kebakaran diduga karena tumpukan sampah yang terbakar di sudut pasar. Kerugian ditaksir mencapai Rp 800 juta.

“Bagaimanapun, roda perekonomian harus tetap berjalan, dan Pemkab Purbalingga selalu berupaya keras untuk memfasilitasi para pedagang agar bisa berjualan kembali,” kata Bupati Tiwi.

“Saat itu, kami intruksikan kepada camat, kades dan Dinas Perdagangan & Perindustrian untuk segera berkoordinasi membangun shelter pasar darurat,” jelas Bupati Tiwi menceritakan respon cepat Pemkab.

“Dan tidak terlalu lama, shelter tersebut bisa terwujud. Kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang merelakan tanahnya dipakai sementara untuk pasar darurat,” kata Bupati Tiwi.

Baca Juga: PT KAI Bantu Warga Purbalingga dengan 600 Paket Sembako

Bupati Tiwi sempat mengunjungi pasar darurat dan berdialog dengan para pedagang dan pembeli. Meski di lokasi pasar darurat, menurut para pedagang sudah merasa nyaman.

Kepala Desa Tunjungmuli, Joko Pranoto menyebut, dana dari Pemkab dapat menambah kebutuhan perbaikan pasar yang diestimasi mencapai Rp 435 juta. Kekurangan biaya lainnya, kata Joko, akan dicukupi dari swadaya pedagang dan masyarakat.

“Di lokasi pasar lama, akan kami bangun kembali dengan target waktu antara 3 – 4 bulan. Semula ada 87 kios, nantinya akan dibangun menjadi 80 kios dan delapan los pasar,” jelas Joko.

“Kekurangan kios lainnya dibangun model ruko. Jumlah pedagang yang tertampung sebanyak 115 pedagang,” kata Joko Pranoto menambahkan.

BANGKIT WISMO