BRALING.COM, PURBALINGGA – PLN menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan dunia industri di Purbalingga. Termasuk siap support kebutuhan listrik Bandara Jenderal Soedirman.

“Listrik menjadi barometer pertumbuhan industri dan investasi serta pembangunan. PLN siap memasok listrik untuk mendukung pembangunan di Purbalingga,” kata Manajer Unit Pelaksana Pelayanan pelanggan (UP3) PT PLN  Persero Purwokerto, Armunanto.

Armunanto mengatakan itu ketika bertemu Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, 17 September 2019. Armunanto datang bersama Manajer ULP PT PLN Purbalingga Maolana serta jajaran staf.

Menurut Armunanto, pertumbuhan pemakaian listrik di Purbalingga tumbuh tujuh persen. Potensi ini masih bisa dimaksimalkan, mengingat dari kapasitas suplai pasokan listrik ke Purbalingga 180 Mega Watt (MW), saat ini baru terpakai  50 MW atau sekitar 30 persen.

Sebagai informasi, selama ini, pasokan listrik untuk wilayah Kabupaten Purbalingga berasal dari Cilacap dan Mrica Banjarnegara.

Baca Juga: PMI Purbalingga Terjunkan Personel untuk Padamkan Kebakaran di Gunung Plana

“Dibanding Wonosobo, dan Banjarnegara serta Banyumas, Purbalingga dinilai industrinya bagus, dan dari sisi kebutuhan listrik juga bagus. Kalau Purwokerto, industrinya baru melirik ke garmen. Sementara di Wonosobo dan Banjarnegara dalam dua tahun terakhir cenderung stagnan,” Armunanto menjelaskan.

“Untuk Bandara Jenderal Besar Soedirman juga sudah kami siapkan pasokan listriknya sebanyak 22.000 VA, kami membangun dua feeder untuk pasokan listri di bandara,” kata Armunanto.

Sementara itu, Maolana menambahkan bahwa sejumlah pabrik di Purbalingga sudah menjadi pelanggan listrik premium. Salah satunya PT Boyang Industrial.

Status pelanggan listrik premium ini berarti pelanggan yang mendapat pelayanan istimewa dari PLN dan tidak mendapatkan pemadaman listrik saat PLN dalam kondisi krisis daya sekalipun.

“Untuk menjadi pelanggan premium, PLN menerapkan tarif berbeda, dan dihitung akan lebih murah jika menggunakan genset diesel saat listri PLN padam,” kata Maolana.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi berharap PLN dan Pemkab Purbalingga saling bersinergi untuk pengembangan kawasan industri yang didukung dengan listrik dan pasokan kebutuhan lain seperti air dan infrastruktur jalan.

BANGKIT WISMO