BRALING.COM, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga menginisiasi pelaksanaan Sholat Istisqa demi meminta hujan lekas turun di Kota Perwira.

Musim kemarau di Purbalingga tahun ini lebih panjang dibandingkan masa sebelumnya. Banyak sumber mata air kering. Sejumlah lahan dan kawasan hutan di Purbalingga juga mengalami kebakaran.

Pelaksanaan Shalat Istisqa dilaksanakan di alun-alun Purbalingga, 27 September 2019. Dalam khutbahnya, KH Roghib Abdurrakhman berkata, kekeringan dan kerusakan yang melanda negeri tidak lepas dari perilaku manusia.

Solusi bagi beragam kerusakan yang terjadi di Indonesia ini adalah bertaubat dengan taubatan nashuha. Taubat yang sebenar-benarnya dengan memperbanyak istighfar memohon ampun kepada Allah SWT.

Selain bencana dari belum turunnya hujan, bencana lain di negeri ini yakni masih banyaknya umat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Hal itupun semestinya dapat diselesaikan apabila kesadaran membayar zakat.

“Membayar zakat harusnya berbanding lurus dengan kewajiban shalat, karena zakat adalah termasuk pilar agama, dari zakat akan melapangkan rizki dan membantu umat lainnya yang masih hidup dibawah garis kemiskinan,” kata KH Roghib.

Baca Juga: Baznas Purbalingga Targetkan Bantu 80 Tangki Air Bersih

Sementara itu, seusai sholat, Bupati Purbalingga Dyah HayuninG Pratiwi menyebut, Shalat Istisqa tak hanya dilaksanakan di Alun-alun namun juga di 18 Kecamatan. “Serentak pada hari dan jam yang sama,” kata Bupati Tiwi.

Berbagai langkah telah ditempuh Pemkab Purbalingga untuk penanganan kekeringan di Purbalingga. Terutama krisis air bersih yang terjadi di beberapa wilayah.

“Alhamdulillah semua guyub rukun, semua ikut bergotong royong ikhlas membantu pengadaan air bersih untuk masyarakat. bahkan droping air bersih juga dilakukan oleh sejumlah organisasi sosial kemasyarakatan di Purbalingga,” kata Bupati Tiwi.

BANGKIT WISMO