BRALING.COM, PURBALINGGA – Beberapa anak kecil memasang wajah seolah terhanyut dalam alunan biola yang berada di pundaknya. Gerak tubuh turut menyusul terhanyut seiring sayatan senar biola.

Suasana malam yang sumuk tak menghentikan jemari para biolis cilik beraksi. Mereka adalah Nan Binar Swasti, Katarina Devina Rahardian, Mahadevi Bunga Purwatyasakti, Fatin Ramadhani Diwintri, dan Chelsea Aurellia Sugiarto.

Anak-anak itu membawakan beberapa lagu perjuangan serta lagu daerah “Gambang Suling”. Harmonisasi melodi biola arahan Anggoro Bayu Aji tersebut begitu merdu dan nikmat didengar.

Tepuk tangan pun bergemuruh di Studio Mini Misbar alias Gerimis Bubar “Tampah Ngadeg”, Babakan Kalimanah Purbalingga , Minggu malam 29 September 2019.

Malam itu, tidak hanya para biolis Bahana Melodia yang tampil. Namun juga ada puisi dari Katasapa dan musik akustik dari Perfeck Tone. Dramatisasi puisi juga tampil mempesona.

Baca Juga: Braen, Kesenian Khas Rajawana Bernilai Luhur

“Ada dua tujuan dari pentas ini, selain menunjukkan bakat bermusik, juga sebagai upaya melatih mental untuk tampil di hadapan publik,” jelas Anggoro Bayu Aji.

“Mereka memiliki latar belakang belajar musik untuk memenuhi kebutuhan pribadi bermusik. Namun mereka semua kami dorong semangatnya untuk percaya diri tampil di hadapan publik,” Anggoro Bayu Aji. menambahkan.

Founder Studio Mini Misbar “Tampah Ngadeg”, Adi Purwanto berharap kegiatan ini dapat menjadi pemacu untuk lahirnya para pemain biola handal di Purbalingga.

Tidak adanya ruang untuk berekspresi dalam bidang musik tidak boleh dijadikan alasan dan hambatan untuk memacu kreatifitas.

“Sudah empat tahun, kami menyediakan ruang kecil studio mini misbar untuk memacu kreatifitas pegiat seni di Purbalingga,” imbuh Adi.

Seorang penonton, Yeny Kurnia Prihandini mengatakan, acara Minggu malam itu cukup menghibur. “Di kota kecil ini banyak talenta dari generasi muda yang penuh bakat dalam musik, salah satunya bermain biola,” kata Yeny..

BANGKIT WISMO