BRALING.COM, PURBALINGGA – Setiap driver ambulance serta pendamping ataupun relawan pendamping pasien infeksius harus menerapkan prinsip 3A. Yakni aman diri, aman pasien dan aman lingkungan.

Hal itu menjadi salah satu pembahasan ketika Silaturrahmi Lintas Komunitas Sosial di Purbalingga yang tergabung di Korwil Sibulan Indonesia Wilayah Purbalingga di Aula Baznas Purbalingga, 7 Oktober 2019.

Acara ini juga dihadiri dari Dompet Dhuafa Purwokerto, LazisMu Ayah Kebumen serta sejumlah relawan dari Kabupaten Purbalingga, Banyumas dan Banjarnegara.

“Prinsip 3A tersebut perlu diterapkan supaya kita menolong orang sakit dengan cara yang tepat. Sehingga tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain,” kata Rahmat Basuki dari Baznas Purbalingga.

Baca Juga: Kepedulian Generasi Muda Purbalingga Terhadap Kaum Dhuafa Semakin Baik

Rahmat menjelaskan, pertemuan tersebut juga memutuskan akan mengadakan pelatihan bagi para pendampingan pasien infeksius atau pasien dengan penyakit menular.

“Sehingga, kedepan, para relawan pendamping pasien juga aman dalam menjalankan tugasnya. Artinya tidak tertular penyakit atau tidak juga menularkan penyakit,” jelas Rahmat.

Kemudian, Jejaring Sibulan Purbalingga juga akan menggelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar. Pelatihan penanganan kegawatdaruratan dan pertolongan pertama kesehatan ini juga ditujukan bagi driver ambulan dan relawan pendamping pasien.

BANGKIT WISMO