BRALING.COM, PURBALINGGA – BMKG memperkirakan musim penghujan puncak musim hujan di wilayah Kabupaten Purbalingga bakal jatuh pada Januari – Februari 2020 mendatang.

Sementara pada November dan Desember 2019, BMKG memperkirakan akan terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang atau angin puting beliung di Kabupaten Purbalingga.

“Kondisi tersebut tentunya dapat memicu pergerakan tanah atau tanah longsor apabila terjadi hujan lebat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Moch Umar Faozi.

BPBD Purbalingga menyampaikan hal itu ketika Rakor Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Penghujan Tahun 2019-2020 di Operation Room Graha Adiguna, 19 November 2019.

BPBD Purbalingga telah mencatat, setidakhnya terdapat 52 rumah rusak dan dua orang masuk rumah sakit akibat terjangan angin dan pohon tumbang beberapa waktu lalu. Rumah-rumah itu tersebar di Kecamatan Kutasari, Bojongsari, Kalimanah, Mrebet hingga Karanganyar.

BPBD Purbalingga meminta masyarakat Purbalingga lebih waspada dan sadar terhadap resiko bencana. “Adanya rakor ini juga untuk meningkatkan peran serta seluruh komponen masyarakat yang ada dalam pengelolaan sumber daya untuk mengurangi resiko bencana,” lanjut Umar.

Asisten Pemerintahan dan Kesra, Imam Wahyudi berkata, ada yang perlu diperhatikan pada pengembangan konsep pengurangan resiko bencana di Kabupaten Purbalingga.

Hal yang pertama yang perlu diperhatikan yakni membangun sistem komunikasi dan peringatan dini yang mana masyarakat mampu menyusun rencana komunikasi sesuai kondisi desanya.

“Kedua, masyarakat mampu memperkirakan datangnya ancaman dan memberikan tanda siaga manakala terjadi bencana,” tambah Imam ketika gelaran rakor tersebut.

Masyarakat harus mampu menginformasikan mengenai resiko yang mungkin ditimbulkan akibat ancaman yang terjadi pada musim penghujan serta mampu menyusun strategi untuk meredam kehilangan atau kerusakan yang mungkin terjadi.

“Di sinilah peran pemerintah dan stake holder terkait kebencanaan untuk bisa menterjemahkan informasi teknis menjadi informasi yang mudah diterima warga dan memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga dapat bertindak tepat dan cepat pada saat yang tepat pula,” kata Imam.

BANGKIT WISMO