BRALING.COM, PURBALINGGA – Ada kabar gembira bagi para pendonor darah di PMI Purbalingga. Sebab, bakal ada apresiasi buat pendonor darah dalam bentuk umroh atau wisata religi.

Bupati Purbalingga sekaligus Ketua PMI Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menjanjikan apresiasi spesial tersebut ketika Temu Donor Darah Sukarela, di Pendopo Cahyana Purbalingga, 27 Desember 2019.

Pendonor darah yang muslim akan mendapatkan umroh, sementara bagi yang non muslim bisa mendapatkan wisata religi. “Sebagai apresiasi pemerintah kepada pendonor darah yang sudah 100 kali mendonorkan darahnya,” kata Tiwi.

Tiwi juga menyerahkan Piagam Penghargaan kepada 207 pendonor darah sukarela yang sudah mendonorkan darahnya sebanyak 25 kali, 23 orang pendonor darah sukarela 50 kali, 10 orang pendonor darah sukarela 75 kali dan 1 orang pendonor darah sukarela 100 kali.

Selain itu juga kepada instansi yang giat dalam menyelenggarakan kegiatan donor darah. Diantaranya Lanud JB Soedirman, Pondok Pesantren Al Manshuroh, Kecamatan Pengadegan, Kecamatan Bukateja, Desa Pangempon (Kejobong).

Kemudian ada juga Desa Kalapacung Kecamatan Bobotsari, PT Bintang Mas Triyasa, PT Sung Shim Internasional, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pengalusan serta Masjid Al Muttaqin Pekiringan.

Penghargaan juga diberikan kepada 10 sekolah penyelenggara donor darah teladan. Diantaranya SMAN 1 Purbalingga, SMAN 1 Bobotsari, SMAN 2 Purbalingga, SMAN 1 Bukateja, SMAN 1 Karangreja, SMKN 1 Kutasari, SMKN 1 Kaligondang, SMKN 2 Purbalingga, SMKN Jawa Tengah Purbalingga, dan SMK YPT 1 Purbalingga.

Capaian donor darah tahun 2019 ini masih cukup rendah dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2018, PMI Purbalingga memperoleh 12.344 kantong darah. Sementara hingga November 2019 kemarin, PMI Purbalingga baru mengumpulkan 10.521 kantong.

“Kepada para pengurus PMI, kita masih punya PR masalah donor darah. Masyarakat Purbalingga perlu untuk mendapatkan edukasi dan sosialisasi untuk mendonorkan darahnya,” kata Tiwi.

Pada kesempatan itu, Tiwi juga menginformasikan bahwa Bulan Dana PMI diperpanjang hingga 2020. Ia berharap setiap elemen masyarakat akan menyokong program Bulan Dana PMI ini. Sebab dana yang terkumpul, nantinya 100% akan digunakan untuk masalah kemanusiaan.

“Kabupaten Purbalingga memiliki masalah kemiskinan, APBD Rp 2,2 triliun tidak akan cukup untuk mengentaskan. Oleh karenannya dibutuhkan sinergitas dengan organisasi-organisasi sosial kemanusiaan termasuk PMI untuk membantu bersama menanggulangi kemiskinan,” katanya.