BRALING.COM, PURBALINGGA – Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi meresmikan operasional Lumbung Pangan Masyarakat dan Rice Miling Unit (RMU) Tri Budi Mukti yang ada di Desa Kedunglegok Kemangkon, 3 Desember 2019.

Peresmian tersbeut ditandai pemotongan pita dan penandatanganan prasasti serta pelepasan 120 burung pemakan ulat dan serangga, yang biasanya menjadi pengganggu tanaman padi. Burung itu terdiri dari jenis burung trocokan, prenjak sawah, kutilang dan burung kapasan.

Bupati Tiwi berharap, apa yang sudah dilakukan oleh kelompok tani dan masyarakat Kedunglegok membawa manfaat bagi warga setempat. Termasuk lumbung pangan ini mampu menampung gabah milik petani untuk menjaga ketersediaan gabah ditingkat petani.

“Kebetulan Desa Kedunglegok mendapat bantuan dari pemerintah pusat sejumlah kurang lebih Rp 475 juta. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat khususnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani dan sudah barang tentu memperkuat ketahanan pangan Purbalingga,” kata Bupati Tiwi.

Baca Juga: Apik Bangga Bangun Jaringan Pemasaran Knalpot Purbalingga

Acara dilanjutkan dengan pelaksanaan roadshow UMKM tingkat Kecamatan Kemangkon yang diikuti oleh 20 stand dari 20 desa yang ada di wilayah Kecamatan Kemangkon.

Yang mana, tujuan roadshow UMKM tersbeut adalah untuk melihat potensi dan geliat masyarakat di Kecamatan Kemangkon, baik geliat ekonomi maupun geliat pembangunan.

Bupati Tiwi menyebut roadshow UMKM di Kecamatan Kemangkon merupakan yang terbaik diantara kecamatan-kecamatan lain. Potensi Kecamatan Kemangkon luar biasa jenisnya, terlebih beberapa hasil produksinya sudah dijual ke luar daerah, bahkan luar negeri.

Mulai dari produk patung dari limbah kayu di Desa Kedungbenda, kerajinan batok dari Toyareka, kerajinan tanah liat dari Jetis, kerajinan daur ulang sampah untuk membuat tas, stopmap dan tempat tissue buatan Desa Muntang.

BANGKIT WISMO