BRALING.COM, PURBALINGGA – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo cek lokasi pembangunan Bandara Soedirman di Purbalingga. Gubernur Ganjar ingin tahu progres pekerjaan fisik sudah sesuai target atau belum.

Gubernur Ganjar melakukan pengecekan bersama Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dan Danlanud JB Soedirman, Letnan Kolonel Pnb Arie Sulanjana ST MPM, 18 Desember 2019.

Gubernur Ganjar Pranowo menyebutkan kalau pembangunan Bandara Soedirman merupakan proyek strategis nasional. Karena itu, Presiden Joko Widodo juga selalu selalu dimonitor progres pembangunannya.

“Kami berharap semua pihak harus mendukung dan berupaya mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Bandara JB Soedirman ini agar dapat selesai tepat waktu sesuai rencana,” kata Gubernur.

Sementara itu, menurut keterangan pers Dinkominfo Purbalingga, Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan yang diperoleh, progress pembangunan bandara mencapai 14%.

“Pencapaian pembangunan saat ini terdiri dari pekerjaan perbaikan struktur tanah untuk konstruksi runway dan apron. Sejauh ini proyek berjalan sesuai target yang direncanakan,” kata Bupati Tiwi.

Sementara itu, Deputy Executive General Manager Project Area 2 PT Hutama Karya, Muchrodin menjelaskan, pekerjaan yang dilaksanakan saat ini, diantaranya cut & fill area runway strip, timbunan pasir perata beban (LTP) pada area runway.

“Selain itu juga dilakukan perbaikan tanah area runway dengan KGM (Kolom Grout Modular) juga Pemasangan Lapis Pondasi utk Jalan Inspeksi,” Muchrodin menjelaskan

Sebagai informasi, pembangunan konstruksi Bandara Soedirman di Purbalingga ini dikerjakan oleh PT Hutama Karya dengan nilai kontrak Rp 231 miliar.

Pembangunan Tahap I terdiri dari pekerjaan runway 1.600 m, taxiway, apron dan terminal penumpang dengan kapasitas 98.812 penumpang per tahun. Bandara ini dibuat untuk melayani pesawat tipe ATR 72-600 yang berkapasitas 78 orang.

Pemkab Purbalingga dan Pemprov Jateng sedang mengupayakan percepatan infrastruktur penunjang bandara. Pengadaan tanah milik masyarakat untuk pembangunan bandara tahap 1 memang menjadi kewajiban Pemkab Purbalingga.

Selain itu, infrastruktur penunjuang juga sudah disiapkan. Seperti pembangunan Jembatan Linggamas hingga peningkatan jalan di sejumlah akses yang terhubung dengan bandara.

Dalam rangka percepatan pembangunan, juga dibentuk tim internal dari Pemkab Purbalingga dan ada juga tim eksternal yang terdiri dari PT Angkasa Pura II dan Kementerian Perhubungan RI.

Tim tersebut dimaksudkan untuk mempermudah proses komunikasi khususnya dalam tahap jelang pengoperasian bandara yang rencana harus selesai pada 20 Mei 2020.