BRALING.COM, PURBALINGGA – Bencana alam menjadi salah satu ancaman bagi masyarakat di Kabupaten Purbalingga. Pemahaman mengenali ancaman dan menangani masalah menjadi hal yang penting untuk dimiliki.

Untuk mendorong kesiapsiagaan terhadap bencana alam dan banyaknya desa di Purbalingga yang rawan bencana alam, Palang Merah Indonesia (PMI) Purbalingga menggelar Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat PMI Purbalingga Tahap ke 3 Tahun 2019.

Pelatihan ini, jelas Ketua Panitia, Priyo Satmoko, dilaksanakan 26-28 Desember 2019 di Bumi Perkemahan Munjulluhur Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari.

“Kegiatan ini diikuti oleh 110 peserta yang berasal dari 46 desa yang ada di Kecamatan Kutasari, Mrebet dan Bojongsari,” jelas Priyo Satmoko dalam laporannya di pembukaan acara.

Pelatihan ini ditujukan untuk sosialisasi kesiapsiagaan bencana di desa rawan bencana, meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana hingga meningkatkan peran serta masyarakat dalam proses kesiapsiagaan bencana di desanya masing-masing.

“Peserta pelatihan akan menjadi bagian dari relawan PMI Kabupaten Purbalingga di desa-desa rawan bencana sebagai Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat atau Tim Sibat,” jelas Priyo.

Wakil Ketua PMI Purbalingga, drg Hanung Wikantono MPPM mengatakan, pelatihan tersebut merupakan salah satu program PMI Purbalingga yang mengacu pada kebijakan PMI Pusat.

“Terutama untuk membekali calon anggota sukarelawan PMI dengan pengetahuan awal kebencanaan disertai dengan pola-pola managemen pengelolaan masyarakat di pra, saat dan pascabencana,” kata Hanung.

Pelatihan ini merupakan antisipasi sekaligus respon PMI Purbalingga dalam menyiapkan kader yang dapat menggerakan masyarakat agar sadar terhadap ancaman bencana yang mungkin terjadi di wilayahnya.