BRALING.COM, PURBALINGGA – Perusahaan Jepang, Human Ring Cooperative bersepakat menjalin kerjasama dengan dua perusahaan di Purbalingga, yakni Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Yasui Abadi dan Pengusaha Gula Kelapa.

Penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU antara dua pihak ini dilakukan di Kagawa, Jepang, 12 Desember 2019. Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi datang di acara itu karena mendapatkan undangan dari Konsul Jenderal RI dan Human Ring Cooperative.

Bupati Tiwi hadir ke Kagawa bersama Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda, Agus Winarno dan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Gunarto. Bupati Tiwi memberikan cenderamata wayang suket kepada Gubernur Kagawa Perfectur, Hamada.

Dalam keterangan pers Dinkominfo Purbalingga, Bupati Tiwi menjelaskan bahwa kerjasama ini sebagai tidak lanjut hasil kunjungan pihak Human Ring Cooperative ke perkebunan kopi, pabrik pengolahan coconut sugar dan LPK Yasui Abadi yang ada di Purbalingga pada Oktober 2019.

“Oleh karena itu, kami sangat mendukung sekali penandatanganan antara Yasui Abadi dan pengusaha gula kelapa dengan Human Ring Cooperative,” kata Bupati Tiwi.

Bupati Tiwi berharap, kerjasama dengan perusahan Jepang ini bisa turut meningkatkan keterampilan dan etos kerja pemuda Purbalingga dalam rangka pembangunan sumber daya manusia.

“Kami bangga jumlah warga Purbalingga yang sudah mengikuti program magang di Jepang melalui LPK Yasui Abadi yang tercatat dari tahun 2014 sampai sekarang adalah sebanyak 214 orang,” katanya.

Peserta magang dari Purbalingga tersebar di perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, pengolahan makanan, pertanian, peternakan dan konstruksi.

LPK Yasui Abadi menargetkan untuk warga Purbalingga yang dikirim ke Jepang mencapai angka 250 orang pertahun. “Oleh karena itu, dengan adanya MoU ini kiranya dapat mempermudah pengiriman tenaga magang dari Purbalingga,” kata Tiwi.

Begitu pula dengan gula kelapa, Purbalingga merupakan selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil gula kelapa di Provinsi Jawa Tengah.

Melalui kesepakatan ini, diharapkan para penderes bisa meningkat kesejahteraannya. “Dengan adanya akses dan jalinan pasar-pasar penjualan yang baru ini, maka pendapatan para pelaku usaha di sektor ini akan bertambah,” katanya.