BRALING.COM, PURBALINGGA – Sebanyak 49 pasang pengantin yang berasal dari 36 desa/kelurahan di 14 kecamatan, ikut Nikah Massal 2019 yang digelar Pemkab Purbalingga untuk memeringati Hari Jadi Kabupaten Purbalingga ke 189.

Mahroji dan Hadiroh menjadi pasangan pengantin yang tertua yang ikut Nikah Massal tersebut. Mahroji berusia 76 tahun, sedangkan Hadirah saat ini berusia 49 tahun. Keduanya berasal dari Desa Pengadegan, Kecamatan Pengadegan.

Sementara pasangan pengantin yang termuda yaitu warga Desa Jingkang, Kecamatan Karangjambu. Yakni Sollah Triyono (20) dan Sinditah (16). Mereka semua menikah massal di Masjid Agung Darussalam dan resepsi di Pendapa Dipakusuma, 12 Desember 2019.

Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Purbalingga, Sridadi menjelaskan, peserta nikah massal diberi biaya nikah sebesar Rp 600 ribu, bantuan transportasi sebesar Rp 160 ribu per pasangan dan mahar berupa seperangkat alat sholat.

“Selain itu, pemerintah juga memberikan kompor gas dua tungku untuk masing-masing pasangan, kain batik sarimbit, satu buah sprei, satu paket tuka tuku dan voucher menginap di Hotel Owabong selama satu malam,” jelas Sridadi.

Ketika sesi resepsi Nikah Massal juga dilaksanakan penyerahan dokumen kependudukan pada masing-masing pasangan. Mulai dari buku nikah, KTP dan KK yang sudah berganti status menjadi kawin.

Salah satu penghulu pada Nikah Massal Tahun 2019, Agus Musalim mengatakan nikah massal ini merupakan satu bentuk perhatian dari Bupati Purbalingga beserta jajarannya kepada warga Purbalingga untuk mewujudkan Purbalingga yang kokoh dan kuat.

“Keluarga yang kuat akan menopang pembangunan negara, sehingga Nikah Massal ini dalam rangka memfasilitasi masyarakat Purbalingga yang ingin melangsungkan akad nikah dan kebetulan mereka mempunyai keterbatasan dari berbagai segi,” kata Agus.

Salah satu pasangan pengantin pada Nikah Massal yakni Sabar dan Ika Wahyu Mudianti dari Kecamatan Pengadegan mengaku senang dapat mengikuti kegiatan Nikah Massal.

Pasangan yang sudah merencanakan menikah sejak jauh-jauh hari akhirnya dapat mewujudkan keinginannya untuk menikah. “Rasanya deg-degan, senang juga, kita kan uda punya rencana untuk nikah dan ada kegiatan Nikah Massal jadi kami daftar,” kata Sabar.