BRALING.COM, PURBALINGGA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Purbalingga terus mendorong pembentukan unit pengelola zakat (UPZ) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

Baznas Purbalingga menyebutkan bahwa penghimpunan dana sosial di lingkungan Pemkab masih belum optimal. Padahal, potensi himpunan dana ZIS dari ASN masih sangat besar.

Ketua Baznas Purbalingga, H Chumaedi mengatakan bahwa dukungan Bupati Purbalingga sudah cukup baik. Bahkan, ada ajakan Bupati Purbalingga di beberapa momen untuk membentuk UPZ di lingkungan pemkab.

“Nantinya dana ZIS tetap akan disetorkan ke Baznas, namun tiap UPZ tersebut diberi kelonggaran untuk mengelola distribusi 70% dana ZIS yang terhimpun di lingkungan dinasnya. Sistemnya pengajuan,” kata Chumaedi.

Baca Juga: Baznas Purbalingga Berhasil Himpun Dana Rp 2,4 M di Tahun 2019

Beberapa waktu lalu, Bupati Tiwi mengajak jajaran pejabat di lingkungan pemerintah, dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa untuk menghimpun zakat infak sodakoh melalui Baznas Purbalingga.

“Di 2020, Saya akan mendorong seluruh OPD termasuk kecamatan hingga di desa untuk segera membentuk UPZ dalam rangka membantu pengumpulan zakat melalui Baznas Kabupaten Purbalingga,” ujar Bupati Tiwi.

“Karena hingga saat ini potensi zakatnya sangat besar namun yang dikelola Baznas masih sangat minim. Bahkan OPD yang membentuk UPZ juga masih sedikit,” katanya.