BRALING.COM, PURBALINGGA – Proses cetak KTP Elekronik di Kabupaten Purbalingga masih terhambat. Alasan utamanya karena masih terbatasnya blangko E-KTP yang dikirim dari pemerintah pusat.

Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil) Purbalingga, Sridadi, belum lama ini mengungkapkan kalau lamanya pembuatan E-KTP ini adalah problem nasional. Jadi tidak hanya Purbalingga yang mengalaminya.

“Kami sudah sekitar 35 ribu lebih warga yang mengajukan KTP elektronik tapi belum jadi. Bahkan ada yang sudah sampai 6 bulan. Ini memang masih menjadi problem nasional,” kata Sridadi.

Penyediaan blangko E-KTP masih harus menunggu. Ketika sudah ada blangko baru, maka produksinya akan memprioritaskan warga yang sudah mengantri lama sesuai atrean.

Dinpendukcapil Purbalingga menerima dropping sekitar 4000 blangko E-KTP. Jumlah tersebut hanya mencukupi untuk mencetak E-KTP bagi mereka yang mengajukan pada bulan Mei, Juni dan Juli 2019.

“Kepada warga pemegang surat keterangan terbitan bulan Mei Juni Juli 2019. Bisa datang ke Dinpendukcapil untuk dicetak E-KTP nya,” ungkap Sridadi.

Sridadi menjelaskan, problem ini terjadi karena alokasi anggaran yang belum mencukupi. “Meskipun harga per blangkonya tidak seberapa. Tapi kita tidak boleh menarik pungutan kepada yang mangajukan,” katanya.