BRALING.COM, PURBALINGGA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Purbalingga berharap takmir masjid untuk segera membuat unit pengelola zakat atau UPZ di masjidnya.

Akhir tahun 2019 kemarin, Baznas Purbalingga memang melakukan terobosan dengan melantik pengurus UPZ Masjid secara serentak dan Bupati Purbalingga telah mengapresiasinya. Namun, hal itu belum optimal.

Ketua Baznas Purbalingga, H Chumaedi mengatakan, masih banyak masjid yang belum memiliki UPZ. Padahal, Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat mengamanatkan adanya UPZ.

Chumaedi menjelaskan bahwa UPZ ini penting demi melindungi takmir masjid dari risiko jerat hukum karena pengelolaan dana zakat, infaq dan sodakoh tanpa payung hukum yang jelas.

Chumaedi menambahkan, pembentukan UPZ Masjid juga bisa mendorong pengelolaan zakat yang amanah, transparan dan professional sehingga mampu memakmurkan jamaahnya.

Selama ini penyaluran zakat infak sodakoh di masjid atau mushola sudah berjalan, namun kata Chumaedi, rata-rata masih digunakan untuk pemeliharaan atau perbaikan masjid, belum menyentuh upaya memakmurkan jamaah.

Padahal, dana kelola di masjid juga bisa dimaksimalkan untuk membantu mengatasi masalah-masalah sosial di lingkungannya. Baik melalui program masjid itu sendiri maupun program yang digalakkan pemerintah.