BRALING.COM, PURBALINGGA – Warga Tejasari, Kecamatan Kaligondang berupaya mencegah terjadinya kerusakan lingkungan, terutama di bantaran Sungai Klawing. Caranya, dengan menanam pohon di tepi sungai.

Penanaman pohon tersebut dilakukan dengan harapan bisa mengatasi risiko terjadinya pengikisan tanah. Penanaman pohon itu dilakukan secara bergotong royong saat Gebrak Gotong Royong, 14 Februari 2020.

Kepala Desa Tejasari, Suyatno berkata, pohon yang ditanam di pinggiran sungai adalah pohon bambu. Pengadaan pohon itu dilakukan secara swadaya dari masyarakat desa.

“Kemudian ada bantuan dari Pemkab Purbalingga melalui Dinas Lingkungan Hidup. Kami dibantu beberapa jenis pohon seperti Bambu Kuning, Akasia, Tembesi dan Sukun,” kata Suyatno.

Jumlah batang pohon bambu yang ditanam sebanyak 300 batang. Bibit pohon tersebut ditanam di lahan kurang lebih sepanjang 400 m dengan lebar 5 meter. “Di musim penghujan seperti saat ini debit airnya tingga sehingga memang kerap terjadi erosi,” ujarnya.

Suyatno menjelaskan sekitar 4 Ha lahan warga sudah terkikis air sungai. Pada 2016, pemerintah desa sudah memasang pancang bambu di pinggiran sungai, namun seiring berjalannya waktu pancang tersebut sudah hilang terbawa arus sungai.

“Oleh karena itu, yang terbaik menurut kami adalah penanaman atau penghijauan kembali di bibir sungai sehingga bisa mencegah terjadinya erosi,” jelas Suyatno.

Pemerintah desa melalui Dana Desa telah menganggarkan penanggulangan bencana yakni dalam bentuk program penghijauan khususnya di pinggiran Sungai Klawing.