BRALING.COM, PURBALINGGA – PMI Purbalingga berupaya menekan risiko terjadinya Healthcare Associated Infections atau HAIs dengan menggelar Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi HAIs (PPI).

Sebagai informasi, HAIs ialah infeksi yang dialami pasien selama perawatan di fasilitas kesehatan, dimana tidak ada infeksi atau bukan dalam masa inkubasi pada saat masuk.

Infeksi tersebut termasuk infeksi yang didapat di rumah sakit tapi muncul setelah pulang atau infeksi yang terjadi karena pekerjaan pada staf di fasilitas kesehatan.

“HAIs terjadi karena adanya transmisi mikroba patogen yang bersumber dari lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan,” kata dr Jusi Febrianto MPH, Pengurus PMI Kabupaten Purbalingga, 11 Februari 2020.

Infeksi HAIs bisa menyebabkan hari rawat penderita yang bertambah. Sehingga, berdampak pada peningkatan beban biaya dan terjadinya infeksi ini bisa menjadi indikasi manajemen pelayanan medis kurang bermutu. “Angka HAIs ini terus meningkat mencapai sekitar 9%,” kata Jusi.

PMI Purbalingga berharap pelatihan ini bisa membuat Klinik PMI Purbalingga menjadi layanan kesehatan yang memiliki standar pelayanan yang bermutu sesuai aturannya.

Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Tahun 2020 juga dilaksanakan guna memberikan edukasi dan informasi terbaru berkaitan dengan program pencegahan dan pengendalian infeksi.

“Sasaran dari pelatihan PPI ini ditujukan untuk karyawan medis, non medis klinik PMI Kabupaten Purbalingga dan relawan PMI pelaksana pelayanan pertolongan pertama dengan jumlah ada 40 orang yang terbagi dalam 2 gelombang,” jelasnya.

Materi Pelatihan PPI meliputi pelatihan pengelolaan limbah yang ditujukan bagi seluruh staf medis ataupun non medis serta cleaning service outsourcing tentang penempatan sampah sesuai standar PPI.
Kemudian pelatihan pengelolaan linen kotor dan bersih mulai dari pemisahan sampai pendistribusian. Serta ada penyuluhan dan pelatihan Hand Hygiene.

Lalu, ada pelatihan pemakanan Alat Pelindung Diri (APD), pelatihan kebersihan ruangan serta pelatihan cara pengelolaan alat kesehatan mulai dari dekontaminasi alat sampai dengan sterilisasi dan sosialisasi penyuntikan yang aman.