BRALING.COM, PURBALINGGA – Pebisnis mancanegara mulai mengincar produk dari Purbalingga. Di medio Februari 2020 ini, pengusaha asal Jepang dan Jerman menjajagi pembelian produk dari Purbalingga.

Japan Agriculture, berupaya melakukan kerjasama di sektor pertanian organik. General Manager JA, Yamazaki Hirosaki datang ke Ruang Pringgitan RUmah Dinas Bupati Purbalingga, bersama Takubo Michihiro, Matsuta Toshiyuki, Otomo Akira, Anouma Takemi, Kitada Kenko, Takagishi Seichihiro dan Matsumoto Erina.

Pada pertemuan tersebut, rombongan JA menyampaikan hasil ujicoba produk pupuk Bio Takemi untuk proses perkecambahan biji tau benih pada sejumlah komoditas pertanian Purbalingga.

Bio Takemi telah diujicoba tahap perkecambahan di Desa Serang, Kutasari dan Mewek. Terutama untuk komoditas sayur, palawija, nanas, Semangka, padi dan buah-buahan.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Rieswick und Partner GmbH dari Jerman menaruh minat untuk membeli rambut palsu alias wig dari Purbalingga. Rencananya, untuk memenuhi pasar lokal di Jerman.

Senior Executive Business Development German – Indonesian Chamber of Industry and Commerce (EKONID), Wuranto bertemu Bupati Purbalingga, 12 Februari 2020.

Rieswick und Partner GmbH yang datang diwakili Max Rieswick dan Nils Rieswick membutuhkan sekitar 2500-10000 item pertahun. Kerjasama ini dimungkinkan untuk dilaksanakan jangka panjang.

“Mereka selama ini beli wig dari distributor di Jerman, namun karena kebutuhan mereka besar maka mereka berpikir kenapa mereka tidak beli langsung dari suplayernya,” kata Wuranto.

Bupati Dyah Hayuning Pratiwi antusias dengan rencana para pebisnis dari Jepang dan Jerman tersebut. Bupati Tiwi mengatakan bahwa Purbalingga jadi pilihan tepat untuk bekerjasama di bidang pertanian maupun industri.