BRALING.COM, PURBALINGGA – Komunitas kreatif Purwokerto, Heartcorner Collective menggelar Pameran Eksebisi #MenolakLuka2, di Ramiro Cafe Purwokerto, 14 Februari 2020.

Bakal ada sajian konsep yang berbeda di ajang yang digelar bertepatan dengan perayaan Hari Kasih Sayang ini. Pengagas acara, Wiman Rizkidarajat berkata, #MenolakLuka2 bakal menyuguhkan sederet even.

Seperti konsultasi dengan Dokter Cinta, dialog “Patah Hati jadi Royalti” bersama komika, Wira Nagara dan Ubay, hingga ada sesi karaoke penyembuh luka. Sebagai puncak, akan digelar lelang barang-barang milik mantan yang disumbangkan oleh peserta.

“Tuhan menghadirkan luka, pasti lengkap dengan obat maupun solusinya. Entah secara cepat atau lambat, entah dengan medis, alternatif, maupun dengan mendatangi ‘orang pintar’. Maka kami hadirkan pula Dokter Cinta,” kata Wiman.

Dokter Cinta ini akan membuka praktek pada Bilik Pengakuan Luka yang terbuka bagi semua orang. Terutama bagi yang ingin membagi lukanya dengan bercerita secara langsung kepada Dokter Cinta.

Dokter cinta diharapkan menjadi obat alternatif bagi orang yang patah hati. Wiman bercerita, Bilik Pengakuan Luka merupakan ruang dengan tempat duduk serta seorang dokter cinta yang siap mendengarkan cerita luka.

“Pengakuan luka ini bersifat sangat publik, karena seluruh peserta yang hadir akan dapat mendengarkan cerita kalian melalui pengeras suara. Namun, demi keamanan dan keselamatan para pengaku luka, kami akan menyamarkan suara dan identitasnya,” jelasnya.

Pegiat Heartcorner Collective, Kemal Fuad Ramadhan berkata, acara tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk mengobati dan merayakan patah hati secara berjamaah. Bagi peserta yang berminat untuk membagi ceritanya dapat mengisi formulir pengakuan luka.

“Dalam formulir tersebut terbagi menjadi 3 section. Pertama, berisi keterangan tentang acara dan ketentuan peserta. Kedua, berisikan identitas diri pengaku luka,” jelas Kemal.

“Namun identitas tersebut tidak akan dibagikan ke publik. Ketiga, berisi kesediaan untuk membagi cerita luka, secara langsung dengan hadir dalam acara maupun tidak langsung dengan mengirim tulisan yang akan dibacakan secara umum,” urainya.

Kemal mengatakan, even eksebisi ini berupaya mengulang sukses tahun lalu. Kala itu, para pegiat kreatif Purwokerto mengadakan pameran barang mantan.

“Jika kebahagiaan selalu dirayakan, maka secara berjamaah kami mengajak kalian semua untuk merayakan kesedihan. Namun, dengan melakukan pameran tak lantas membuat kami telah berhasil mengobati luka,” kata Kemal bercanda.