BRALING.COM, PURBALINGGA – Sarang tawon menjadi salah satu masalah yang kerap dihadapi masyarakat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga membagikan tips penanganan sarang tawon di pemukiman.

Kasi Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Purbalingga, Muhsoni berkata, masyarakat bisa mengatasi masalah sarang tawon sendiri, terutama jika sarangnya masih kecil. Hanya saja, tetap dengan menggunakan perlengkapan yang mumpuni.

Perlengkapan yang dibutuhkan seperti alat penyemprot, pertalite atau premium dan kapas. Tidak ada ketentuan khusus mengenai pakaian, namun tetap memilih pakaian yang tebal dan sulit untuk dihinggapi tawon.

“Waktunya malam itu cenderung aman untuk dilakukan evakuasi, kalau siang nanti tawon-tawon itu bisa menyerang dan berbahaya,” kata Muhsoni.

“Tidak sampai 30 menit, tergantung medannya. Harus hati-hati. Kalau medannya gampang cepet, kalau proses nyemprot sarang tawon butuh waktu 5-10 menit tunggu tawon mati baru dievakuasi,” jelas Muhsoni.

Akan tetapi, jika ukuran sarang tawon yang sudah besar, maka sebaiknya tidak melakukan evakuasi sendiri. masyarakat bisa meminta petugas BPBD Purbalingga melakukan evakuasi sarang tawon.

Evakuasi yang diprioritaskan oleh BPBD Purbalingga yakni sarang tawon yang berada di permukiman warga, tempat umum yang meresahkan masyarakat.

“Kami tidak melihat besar kecilnya sarang tawon ketika dirasa sudah meresahkan, semakin cepat dievakuasi dan ditangani maka lebih baik,” kata Muhsoni menjelaskan.

Sebagai informasi, BPBD Purbalingga berhasil melakukan evakuasi 15 sarang tawon selama Januari 2020. Jenis sarang tawon yang dievakuasi oleh BPBD Purbalingga yakni sarang tawon vespa.

Muhsoni menjelaskan bahwa, tawon vespa cukup berbahaya. Korban sengatan bisa mengalami demam bahkan bisa menyebabkan kematian jika korban disengat 10 tawon.

Dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya pada bulan Januari ini mengalami peningkatan. Biasanya BPBD Purbalingga pada bulan-bulan sebelumnya mengevakuasi 5 hingga 10 sarang tawon.

“Evakuasi sarang tawon bulan Januari ada 15 kali kalau dibandingkan bulan-bulan sebelumnya ini lebih banyak karena ini musim hujan tawon, tawon bertelur dan bikin sarang,” kata Muhsoni.

Sarang tersebut umumnya berada di rumah maupun pekarangan warga. Menurut Muhsoni, habitat tawon vespa di pohon tinggi sudah rusak sehingga tawon ini membuat sarang di permukiman.

“Yang ada di pohon atau di kebun sebetulnya tidak menjadi prioritas tapi ketika tawon itu sampai menyengat manusia baru akan kami tindak lanjuti,” jelas Muhsoni.