BRALING.COM, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga telah menyiapkan dua lokasi ruang isolasi darurat, guna menangani potensi lonjakan jumlah pasien yang terpapar virus Corona di Purbalingga.

Dua lokasi tersebut yakni salah satu aula di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Logam di kompleks UPTD Logam Kelurahan Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga dan gedung Puskesmas 2 Kemangkon yang terletak di Desa Gambarsari, Kecamatan Kemangkon.

Bupati Purbalinga, Dyah Hayuning Pratiwi sudah meninjau dua lokasi tersebut bersama jajarannya. Dan Bupati Tiwi menyebut dua lokasi tersebut sudah layak untuk menjadi ruang isolasi darurat, tinggal dilengkapi sarana dan prasarananya.

Ruangan di LIK Logam ditarget bisa menampung 10 pasien. Sementara ruang isolasi darurat di Puskesmas 2 Kemangkon aka disiapkan 9 ruangan, namun kemungkinan bisa disiapkan bagi 13 pasien.

Karena gedung baru, Bupati meminta Puskesmas Kemangkon, segera dibersihkan dan disemprot menggunakan desinfektan. “Juga perlu kami dipenuhi ketersediaan listrik dan air bersih,” kata Tiwi, 25 Maret 2020.

Ruang-ruang isolasi darurat ini akan digunakan jika ruang isolasi di rumah sakit milik pemkab sudah tidak mampu menampung pasien. Selain fasilitas, Pemkab Purbalingga juga mulai menyiapkan skema penambahan tenaga medis yang menanganinya.

Pemkab Purbalingga sudah memiliki ruang isolasi di sejumlah tempat. RSUD Goeteng Taroenadibrata memiliki 23 ruang serta RSU Panti Nugroho memiliki 12 ruang. Sementara LIK Logam ditarget 10 ruang dan Puskesmas 2 Kemangkon disiapkan 13 ruang.

Berdasarkan info Pemkab Purbalingga, hingga, Rabu 25 Maret 2020 siang, belum ada pasien positif terkena virus Corona (Covid-19). Namun, sudah tercatat 25 Pasien dalam Pengawasan (PDP), 15 Orang dalam Pemantauan (ODP) dan 125 Orang Dalam Resiko (ODR).