BRALING.COM, PURBALINGGA – Jumlah pasien terinfeksi virus Corona atau Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Pemerintah Kabupaten Purbalingga pun mengambil langkah-langkah pencegahan.

Dinas Kesehatan Purbalingga meningkatkan penagwasan warga yang memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara endemis virus corona. Mulai dari mahasiswa, tenaga kerja Indonesia hingga Warga Negara Asing (WNA) yang masuk Purbalingga.

Kabupaten Purbalingga merupakan industri rambut dan bulu mata palsu milik pemodal asal Korea Selatan. Sementara Korea Selatan merupakan satu di antara negara endemis virus corona.

Kepala Dinas Kesehatan, Purbalingga Hanung Wikantono berkata, Dinkes akan memantau melalui layanan kesehatan di tiap wilayah untuk mengetahui WNA yang datang ke tanah air dari negara asal.

“Kalau pulang, mereka (WNA) biasanya diperiksa di bandara maupun pelabuhan. Tidak ada yang langsung pulang ke Purbalingga,” kata Hanung.

Meski telah di-screening, petugas Dinkes tetap mengecek kesehatan WNA tersebut. Pengecekan dilakukan dengan pemeriksaan suhu tubuh. “Kalau suhunya tinggi, maka akan diisolasi, ” kata dia.

Hanung mengimbau Puskemas meningkatkan sistem kewaspadaan dini dan respons. Jika ada pasien yang mengalami gejala berupa panas lebih dari 38 derajat celsius, batuk, sakit tenggorokan, dan sesak napas, petugas kesehatan diminta melakukan analisa serta karantina.

“Harus ditanya apakah pernah ke luar negeri atau baru pulang, ataupun pernah ke Korea, Singapura, Malaysia maupun India. Kalau ada ya langsung karantina,” ujar dia.

Dinkes juge bergerak cepat dengan menyiapkan tempat karantina di RSUD Dr Goeteng Taroenadibrata. Selanjutnya pasien dirujuk ke RSUD Margono Soekarjo. “Fasilitas kesehatan harus merujuk secara berjenjang di tata laksana sesuai prosedur dan penanganan virus corona,” kata dia.

Hanung meminta masyarakat tidak panik. Sebab, virus corona menular melalui kontak langsung dengan pengidap. Cara terbaik agar terhindar dari virus corona ialah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Saya mengimbau agar masyarakat bisa menjaga kesehatan dengan cara mencuci tanganbdengan sabun dan menjaga asupan gizi yang baik,” ujar dia.

Terkait penggunaan masker, Hanung berkomentar, itu berlaku untuk yang sakit. Orang yang sehat, kata dia, tak perlu memakai masker. “Kecuali di keramaian, seperti di bandara atau di trem,” ujar dia.

Namun kepanikan massal membuat harga masker di beberapa daerah melonjak. Polres Purbalingga bahkan sampai mengecek masker di sejumlah apotek dan minimarket untuk memastikan ketersediaan dan mencegah praktik penimbunan.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP Willy Budiyanto, mengatakan ketersediaan masker saat ini masih normal. Harga masker di pasaran juga masih terbilang wajar. “Tapi kalau kami temukan adanya pelanggaran hukum, akan kami tindak tegas,” kata dia.

AFGAN