BRALING.COM, PURBALINGGA – Kota Perwira memiliki sejumlah pabrik yang memiliki ribuan tenaga kerja. Namun, hingga kini, belum ada kebijakan untuk menghentikan operasional demi menjaga pekerja dari virus corona.

Apalagi, pabrik rambut dan bulu mata yang ada di Purbalingga, kebanyakan di miliki oleh WNA dari Korea Selatan. Dimana negara itu termasuk salah satu negara dengan jumlah penderita corona terbanyak di dunia.

Walau belum ada kebijakan penghentian usaha, Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi tetap menghimbau adanya pengawasan terhadap para pekerja yang berangkat kerja ke pabrik.

Bupati Tiwi meminta agar perusahaan menyiapkan alat deteksi suhu badan dan hand sanitizer. Ketika ada pekerja yang tubuhnya panas agar diinformasikan ke Dinas Kesehatan dan manajemen memulangkan pekerja itu.

Selain lingkungan industri, Pemerintah Kabupaten Purbalingga juga sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah secara teleconference dan telah mengambil sejumlah kebijakan untuk membatasi penyebaran virus corona di Purbalingga.

Pemkab Purbalingga sudah meliburkan siswa sekolah mulai dari TK/PAUD hingga SMP. Untuk SMA/SMK yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi juga sudah diliburkan sesuai keputusan Gubernur Jateng.

“Siswa libur, jangan malah piknik dengan keluarga. Ini urgent dan darurat, siswa belajar di rumah untuk mengurangi atau mencegah timbulnya corona,” kata Bupati Tiwi.

Pemkab Purbalingga juga telah meniadakan apel pagi dan penggunaan absen fingerprint. Absen sementara secara manual. ASN tetap masuk. “Jika nanti ada intruksi Gubernur terkait ASN bekerja di rumah, kami akan mengikutinya,” kata dia.

Selain itu, seluruh kegiatan Pemkab dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang melibatkan massa sudah diminta untuk ditunda atau ditangguhkan hingga dua minggu kedepan.

Mulai dari kegiatan refreshing kader kesehatan, pelantikan kepala desa, penyuluhan narkoba, pentas musik di Owabong Waterpark hingga penyerahan SK Guru Tidak Tetap (GTT).

“Khusus untuk penyerahan SK GTT meski tertunda, namun honor akan segera dicairkan minggu depan. Jadi para guru GTT agar tetap tenang,” kata Tiwi.

Jika terpaksa tidak bisa ditunda, maka panitia penyelenggara diminta menyiapkan peralatan pengetes suhu badan dan hand sanitizer. “Untuk kegiatan masyarakat mandiri, Pemkab hanya bisa mengimbau,” kata Bupati Tiwi.

Di sektor pariwisata, Dinporapar Purbalingga sudah meminta pengelola destinasi wisata dan tempat hiburan untuk menutup sementara operasionalnya.

Bupati Tiwi juga sudah meminta RS Goeteng Tarunadibrata dan rumah sakit swasta yang masuk line 2 penanganan Covid-19 di Purbalingga untuk menyediakan ruang isolasi dan alat pelindung diri (APD).