BRALING.COM, PURBALINGGA – Warga di sejumlah desa di Kabupaten Purbalingga melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri, demi memutus mata rantai penyebaran virus corona di lingkungan tempat tinggalnya.

Warga Kampung Tertib Lalu Lintas di RT 04 RW 09 Kelurahan Purbalingga Wetan, Kecamatan Purbalingga atau di komplek Perumahan Griya Abdi Kencana melakukan penyemprotan disinfektan 30 Maret 2020.

Pengurus RT bekerjasama dengan Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satlantas Polres Purbalingga untuk melakukan sosialisasi kepada 68 kepala keluarga entang protokol kesehatan untuk cegah tangkal penyebaran serta Maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19.

Ketua RT 04 RW 09, Mahendra Yudhi Krisnha menjelaskan, bahan disinfektan dibuat secara mandiri karena harga disinfektan sudah mahal. Tetapi, pembuatannya tetap mengikuti panduan dari Dinas Kesehatan.

“Ini satu ikhtiar, kami mengajak kepada seluruh warga untuk melakukan upaya preventif dengan menjaga diri masing-masing, keluarga, teman dan lingkungannya agar terhindar dari penularan Covid-19,” kata Yudhi.

Kasat Lantas Polres Purbalingga AKP Indri Endrowati, melalui Kanit Dikyasa IPTU Tedy Subiyarsono menjelaskan bahwa kegiatan di Kampung Tertib Lalu Lintas  ini menjadi satu kolaborasi yang baik  dengan tujuan sebagai upaya preventive penyebaran Covid-19.

“Ada dua anggota Satlantas yang tinggal di Kampung Tertib Lalu Lintas ini. Ada Bripka Aris Sugiarto dari Unit Turjawali dan Bripka Teguh Riyanto dari Unit Dikyasa, mereka bergerak bersama warga untuk melakukan kegiatan ini,” ungkapnya. 

Kegiatan ini juga sejalan dengan maklumat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) nomor Mak/2/III/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

“Kapolri Jenderal Idham Azis telah menginstruksikan untuk semua jajaran Polri agar melindungi masyarakat. Polri berpedoman pada asas keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi atau Salus Populi Suprema Lex Esto,” jelasnya.

Keputusan Kapolri didasarkan karena cepatnya penyebaran virus Corona dan pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dalam rangka penanganan agar penyebaran tak meluas dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan seluruh pihak tetap tenang, tidak panik dan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi dan imbauan Pemerintah,” kata dia.

Aktivitas penyemprotan disinfektan mandiri juga dilakukan di sejumlah desa. Seperti Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari dan sejuamlah desa lainnya di beberapa kecamatan.

Warga RT 3 RW 3 Kelurahan Penambongan, Kecamatan Purbalingga melakukan penyemprotan disinfektan door to door. Sekaligus melakukan pembagian selebaran tentang pencegahan virus corona, dengan menempelnya di rumah warga.

Ketua RT RT 3 RW 3, Mardoko menjelaskan, biaya penyemprotan menghabiskan Rp 250 ribu yang bersumber dari iuran 40 kepala keluarga. “Kami mematuhi anjuran dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, 10 tutup botol cairan pembersih lantai diencerkan dengan air 1 liter,” kata Mardoko.

Sementara itu, Desa Grantung, Kecamatan Karangmoncol memilih membuat alat penyemprotan otomatis. Kasi Pemerintahan Desa Grantung, Iwan Supriyatno berkata, pembuatan alat penyemprotan merupakan hasil patungan dari pemerintah desa, masyarakat dan CSR dari PT Janu.

” Penyemprotan secara otomatis dengan menggunakan infra merah diharapkan bisa efektif untuk mencegah Covid-19. Kendaraan yang masuk insyallah aman. Biaya yang kita keluarkan sekitar Rp 2,6 juta, itu sudah termasuk dengan infra merahnya,” kata Iwan, 28 Maret 2020.

Desa Grantung juga melakukan pencegahan penyebaran virus corona dengan penyemprotan di ruang publik seperti masjid, musholla, sekolahan, balai desa, serta ruang publik lainnya. Pengawasan kepada pemudik juga telah dilakukan untuk mengkarantina mandiri selama 14 hari.

“Kami juga bekerjasama dengan Puskesmas Karangmoncol, setiap pemudik wajib screening. Setelah itu kami catat untuk diawasi terkait pelaksanaan karantina mandiri.” Kata Iwan.