BRALING.COM, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga berupaya menekan penyebaran Covid-19 di Kota Perwira, dengan sejumlah upaya. Jurus terbaru Pemkab Purbalingga adalah pembagian jamu gendong dan masker secara cuma-cuma.

Pembagian jamu dilakukan selamam 15 hari hingga 21 April 2020. Pembagian jamu menyasar pengguna jalan yang melintas di Alun-alun. Jamu itu sendiri disuplai oleh Paguyuban Pedagang Jamu “Sumber Waras” Kelurahan Purbalingga Kidul dan Paguyuban Pedagang Jamu Desa Beji Bojongsari.

“Setiap hari ada 7 pedagang jamu, masing-masing pedagang menyediakan 40 gelas atau cup, sehingga setiap hari ada 280 cup jamu. Total dari kami sampai akhir kegiatan ada 4200 cup jamu,” kata Kabid UMKM Dinkop UKM Purbalingga, Adi Purwanto.

Ruswati, pedagang jamu gendong asal Desa Beji Bojongsari berkata, penjualan jamu gendong di pandemi Covid-19 terus meningkat. Biasanya Cuma 10 botol terjual, kini setidaknya 15 botol terjual. “Karena mungkin dari masyarakat sudah tahu, ramuan jamu bisa menambah stamina dan menambah kekebalan tubuh,” katanya.

Yang paling laris jamu empon-empon. “Empon-empon itu dari semua ramuan jamu dijadikan satu. Yang intinya adalah dari cabe puyang, temu lawak, lada, serai, temu ireng, kencur, kunyit, jahe, yang utama jahe merah,”ujar Ruswati.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi saat menyebut, minum jamu dapat meningkatkan stamina dan  kekebalan tubuh. “Disamping itu juga untuk memberdayakan para pedagang jamu di Purbalingga. Kita berdayakan  pedagang jamu, agar bagaimana jamu-jamu yang berasal dari paguyuban pedagang jamu Purbalingga ini dilarisi bareng-bareng.” katanya.

Selain membagikan jamu, Pemkab Purbalingga juga membagikan masker gratis kepada masyarakat. Pembagian masker ini juga selaras dengan himbauan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, supaya setiap orang menggunakan masker ketika harus beraktifitas di luar rumah.

Pembagian masker juga dilakukan di Alun-alun. “Ayo mulai sekarang kalau keluar pakai masker ya. Biar kalian dan kita semua terhindar dari penularan virus corona,” kata Ketua DPRD HR Bambang Irawan saat membagikan masker gratis  bersama Dandim 0702 Purbalingga Letkol Inf. Yudhi Novrizal.

Masker kain diberikan kepada pengendara yang belum menggunakan masker. Harapannya, bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga mampu mentaati himbauan pemerintah untuk menggunakan masker sebagai salah satu cara menangkal Covid-19.

“Kami membeli dari sejumlah UMKM yang memproduksi masker dan kemudian kami bagikan secara gratis kepada masyarakat. Sampai saat ini sudah ada 10 ribuan masker yang kami bagi,” kata Kepala Bidang UMKM pada Dinkop UKM Purbalingga, Adi Purwanto.

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja Purbalingga juga memberdayakan UPTD Balai Lartihan Kerja (BLK) untuk membuat masker. Pembuatannya mellibatkan alumni pelatihan menjahit di BLK dan sejumlah komunitas relawan sosial di Purbalingga.

“Target kami membuat 7.000 masker. Namun jumlah itu sudah terlampaui hingga hingga mencapai 8.000 ribuan. Belum lagi yang dibuat oleh alumni pelatihan di rumahnya masing-masing. Jumlahnya bisa lebih dari 4.000 masker,” kata Kepala UPT BLK Hasan Nurudin.

corona di purbalingga  Dua Jurus Bagi-bagi Gratisan untuk Menangkal Penyebaran Covid-19 di Purbalingga WhatsApp Image 2020 04 07 at 13
Pembagian masker gratis bagi warga di Desa Pepedan, Kecamatan Karangmoncol.

Selain Pemkab, Pemerintah Desa Pepedan, Kecamatan Karangmoncol juga membagikan 5.000 masker kain secara gratis kepada setiap warganya. Kepala Desa Pepedan, Griyanto berkata, bagi warga yang mempunyai aktivitas di luar rumah lebih banyak masker.

“Dengan pembagian masker tersebut warga diwajibkan memakai masker jika keluar rumah. Jika tidak memakai maka akan dikenakan sanksi oleh pemerintah desa,” kata Griyanto, 7 april 2020 kemarin.

Masker dipesan dari UMKM yang bergerak di bidang konveksi di Desa Pepedan. Pemesanan masker diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah perekonomian bagi UKM. “Ada dua UKM yang kita pesan untuk mendukung program gerakan memakai masker kain. Masker yang kita buat insyallah sesuai standar yakni memakai 2 lapis kain,” katanya.

Camat Karangmoncol, Juli Atmadi mengapresiasi kegiatan Pemdes Pepedan tersebut. Pemberian masker secara gratis, nantinya tidak ada alasan masyarakat tidak memakai masker jika keluar rumah. “Pemakaian masker, cuci tangan pakai sabun, dan selalu jaga jarak, diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19 di masyarakat,” kata Juli.