BRALING.COM, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus melakukan berbagai aksi dan kebijakan untuk menangani penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Purbalingga. Hingga akhir Maret 2020, terdapat lima orang positif virus corona.

Kini, Purbalingga telah memiliki lima pasien postif, 61 orang PDP dan 1741 ODP. Data tersebut memuat informasi update hingga 1 April 2020 siang.

Sejak pekan ke 3 di bulan Maret 2020 kemarin, Pemkab Purbalingga terus melaksanakan sosialisasi, update kondisi pasien, menerapkan kebijakan bekerja dan belajar dari rumah sekaligus melakukan sejumlah kegiatan pencegahan penyebaran virus corona di Purbalingga.

Berikut ini beberapa upaya Pemkab Purbalingga dalam mengatasi penyebaran virus corona di Kabupaten Purbalingga.

Melakukan Penyemprotan Disinfektan & Bagi Masker

Proses penyemprotan melibatkan petugas tim gabungan, yang berasal dari BPBD, PMI, TNI, Polri, RAPI, Baznas hingga SKPD di lingkungan Pemkab Purbalingga. Penyemprotan disinfektan menyasar sejumlah fasilitas kedinasan, fasilitas publik, perkantoran hingga jalan protokol.

Untuk memaksimalkan proses penyemprotan, BPBD Purbalingga menggandeng Bataliyon 406/CK. “Kami menggandeng personil Bataliyon 406/CK untuk melakukan penyemprotan disinfektikan di sejumlah tempat strategis di Purbalingga,” kata Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Umar Faozi.

Selain melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi-lokasi strategis, Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi dan jajarannya juga membagikan masker dan hand sanitizer kepada warga. Hal ini tidak lepas dari semakin langka dan mahalnya harga masker di pasaran.

Rencananya, Pemkab Purbalingga akan membagikan masker dan hand sanitizer secara cuma-cuma kepada warga yang masih beraktivitas di pusat-pusat perekonomian. “Ke depan kita akan upayakan, untuk ada pembagian masker dan hand sanitizer gratis di tempat-tempat tersebut,” kata Bupati Tiwi.

Baca Juga: PMI Purbalingga Cek Kesehatan Relawan Sebelum Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Menyiapkan Lokasi Ruang Isolasi Darurat

Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyiapkan dua lokasi ruang isolasi darurat bagi pasien yang terpapar virus corona. Kebijakan ini diambil karena berkaca pada terbatasnya ruangan yang disediakan oleh RSUD dr Goetoeng Taroenadirbara, RS Panti Nugroho dan rumah sakit swasta rujukan lainnya.

Ruang isolasi di RSUD Goeteng Taroenadibrata dan RS Panti Nugroho menyediakan total 32 kamar. Sementara itu, Pemkab mendorong rumah sakit swasta setidaknya untuk menyiapkan minimal empat kamar isolasi untuk pasien Covid-19 di Purbalingga.

Ruang isolasi darurat tersebut rencananya berada di aula Lingkungan Industri Kecil (LIK) Logam Di Kelurahan Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga dan Puskesmas 2 Kemangkon yang berada di Desa Gambarsari, Kecamatan Kemangkon.

Bupati Purbalingga sudah mengecek kondisi dua lokasi tersebut. Dan, telah dinyatakan cukup memadai. Bupati Tiwi menyebut ruangan di LIK Logam ditarget menampung 10 pasien sedangkan Puskesmas 2 Kemangkon disiapkan 9 ruangan, namun kemungkinan bisa disiapkan bagi 13 pasien.

Baca Juga: Ini Lokasi Ruang Isolasi Darurat Pasien Terpapar Virus Corona di Purbalingga

Tingkatkan Koordinasi Pemkab – Pemdes

Bupati Purbalingga meminta pemerintah desa untuk aktif membatasi penyebaran virus corona di wilayahnya. Baik dengan melakukan pengawasan di lingkungan desa maupun dalam hal koordinasi dengan pemkab.

Bupati Purbalingga sudah meminta pemerintah kecamatan dan pemdes untuk mengaktifkan kegiatan ‘Lapor Warga’, dimulai dari tingkat RT, RW, desa dan kecamatan terhadap pendatang dari luar kota. Serta, mengintruksikan pembentukan satgas tingkat desa.

Pemkab sudah mengirim bantuan sembako kepada 245 KK di Dusun Bawahan, Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang dan kepada 253 KK di Dusun Kecombron, Desa Begadas, Kecamatan Pengadegan, 31 Maret 2020. Dua dusun itu melakukan isolasi. Di Gunungwuled, karena banyak orang yang sudah kontak langsung dengan pasien positif virus corona.

Bupati Tiwi mengapresiasi inisiatif masyarakat Purbalingga di berbagai wilayah yang aktif melakukan antisipasi penyebaran virus corona. Baik dengan sosialisasi, penyemprotan disinfektan, support tenaga medis, petugas dan relawan maupun dengan berdiam diri di rumah.

“Saya menghaturkan terima-kasih karena temen-teman yang ada di desa, yang ada di kecamatan, yang ada di kabupaten semua luar biasa. Jadi masyarakat Purbalingga yang lain-pun saling memberikan bantuan dan saling memberikan perhatian, jadi kelihatannya memang situasi seperti ini membangkitkan semangat kita,” kata Bupati Tiwi.

Menyiapkan Fasilitas bagi Tenaga Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Purbalingga memfasilitasi penginapan perawat dan dokter yang menangani pasien covid-19. Lokasinya di Hotel Owabong. Pemkab sudah menyediakan 20 kamar secara gratis di hotel yang dikelola oleh BUMD, Perumda Owabong ini.

Pemkab Purbalingga juga akan menyediakan transportasi bus khsusus untuk mengantar tenaga kesehatan tersebut menuju tempat kerja. Bupati Tiwi berharap, fasilitasi ini bisa membantu para petugas medis agar bisa bersama melawan corona.

“Hormat kami kepada para petugas medis yang selama ini sudah bertugas luar biasa, semoga Tuhan Yang Maha Esa Allah Subhanahuwataala memberikan kesehatan kepada mereka,” ungkapnya.

Baca Juga: Pekerja Rentan Paparan Virus Corona di Purbalingga, Diberi Sabun & Multivitamin

Lengkap! Langkah Pemkab Purbalingga Atasi Penyebaran Virus Corona di Purbalingga DSC 3694 1024x683
Pemkab Purbalingga menintensifkan penyemprotan disinfektan di sejumlah lokasi strategis yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang. (Foto Dokumentasi Dinkominfo)

Menyiapkan Skema Jaring Pengaman Sosial

Pemkab Purbalingga sedang menyiapkan skema Jaring Pengaman Sosial bagi warga yang terdampak wabah pandemi Covid-19 di Purbalingga. Hingga saat ini, detail kriteria penerima JPS, besaran rupiah serta sumber dana masih dalam pembahasan oleh dinas terkait.

“Untuk berapa besaran anggaran yang dibutuhkan, masih kami hitung, karena harus mengurangi atau bahkan membatalkan kegiatan proyek yang lain,” kata Bupati Tiwi, 30 Maret 2020. Sementara ini, Pemkab Purbalingga baru menyiapkan anggaran untuk penanganan pasien di RSUD, puskesmas dan penambahan ruang isolasi, yang sudah mencapai Rp 12 M.

Namun, yang pasti prioritas pemberian jarring pengaman sosial yang pertama pasien atau keluarga pasien yang menjadi kepala keluarga, kemudian pasien dalam pengawasan (PDP).  “Karena anggaran yang terbatas, maka JPS ini sifatnya lebih ke bantuan untuk meringankan keluarga pasien,” jelas Bupati Tiwi.

Pemkab Purbalingga berupaya pemberian bantuan tersebut tidak tumpang tindih dengan distribusi bantuan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi pertimbangan. Apalagi, pemberian bantuan BPNT & PKH juga akan dipercepat pencairannya.

“Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sudah mengintruksikan untuk menggunakan dana desa guna diarahkan untuk penanganan Covid di tingkat desa. Jadi nanti akan dibahas skemanya, berapa yang harus dibiayai oleh pemerintah kabupaten dan berapa dari Pemdes,” jelas Tiwi.

Mengawasi Terhadap Orang Masuk ke Purbalingga

Sebagai daerah yang mempunyai pasien positif virus corona, sudah dipastikan perantau yang pulang ke Purbalingga Orang Dalam Pemantauan (ODP). Purbalingga sangat berhati-hati terhadap perantau karena lima pasien positif corona punya riwayat pulang dari luar kota.

Kini, Pemkab Purbalingga mengambil kebijakan dengan memasang gelang identitas bagi warga yang masuk kategori ODP. Gelang tidak boleh dilepas selama masa karantina mandiri. Sebab, akan ada sanksi denda Rp 500 ribu bila gelang tersebut sampai ketahuan dilepas oleh penggunanya.

“Seluruh pendatang yang masuk akan dipasang gelang karet putih sebagai identitas. Sehingga seluruh pendatang yang masuk akan berstatus sebagai ODP, dan wajib karantina mandiri selama 14 hari,” Bupati Tiwi menjelaskan.

“Gelang identitas wajib dipakai dan tidak boleh dilepas oleh ODP selama 14 hari. Akan dilepas setelah 14 hari oleh petugas kesehatan, setelah ODP telah melakukan isolasi mandiri,” kata Tiwi. Jika ada ODP yang beraktivitas di luar rumah, masyarakat diminta aktif melaporkan ke petugas kesehatan atau tim satgas.

“Saya tegaskan untuk sedulur warga masyarakat Purbalingga, pasien Covid-19 bisa disembuhkan. Maka jangan kucilkan keluarganya, apalagi mereka yang baru ODP. Karena mereka semua adalah saudara-saudara kita, yang membutuhkan dukungan kita saat ini,” kata Tiwi.

Baca Juga: Baznas Purbalingga Bantu Masker untuk Petugas Puskesmas Serayu Larangan

Di luar itu, Pemerintah Kabupaten Purbalingga meminta Pemerintah Provinsi Jateng untuk menambah jatah alat rapid test. Purbalingga hanya menerima jatah 85 buah, namun jumlah ini dinilai tidak proporsional jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya yang punya kasus positif Covid-19 lebih sedikit namun mendapatkan alat rapid test lebih banyak.

“Kami meminta Pemerintah Provinsi Jateng untuk proporsional dalam mendistribusikan rapid test untuk penanganan covid19,” kata Asisten Administrasi Pembangunan Setda Purbalingga Drs Agus Winarno ketika rapat virtual dengan Pj Sekda Jateng, Herru Setiadhie, 31 Maret 2020.

Menanggapi itu, Herru Setiadhie menyatakan akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng. “Permohonan dari Pemkab Purbalingga akan kami koordinasikan dengan Dinas Kesehatan Jateng,” kata Herru Setiadhie.

Kendati belum ada penutupan aktivitas ekonomi, Pemkab Purbalingga telah meminta seluruh perusahaan dan pabrik untuk menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerjanya. Hal ini, demi melindungi tenaga kerja dan operasional perusahaan dari ancaman virus corona.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) pada Dinkominfo Purbalingga, Budi Santosa meminta masyarakat Purbalingga untuk lebih menyaring informasi yang terkait dengan penyebaran virus corona di Purbalingga.

Budi mengatakan, banyak bersliweran mengenai kabar pasien positif corona yang tidak benar. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan jangan terpancing. Percayakan kepada yang berwenang menangani dan berdoa semua akan baik-baik saja,” kata Budi Santosa.

Pemkab Purbalingga telah menyediakan akses informasi terupdate mengenai jumlah warga yang berstatus OPD, PDP dan positif virus corona di situs corona.purbalinggakab.go.id.