BRALING.COM, PURBALINGGA – Sejumlah elemen masyarakat terus bahu membahu dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk melakukan berbagai upaya demi menangani dampak penyebaran Covid-19 di Kabupaten Purbalinggga.

Upaya penanganan penyebaran Covid-19 di Purbalingga tersebut di antaranya dengan memberikan bantuan hazmat dan masker yang merupakan bagian dari alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis di Kabupaten Purbalingga.

Paguyuban Masyarakat Thionghoa Purbalingga membantu 500 hazmat dan 10.000 masker. Pemberian simbolik dari Paguyuban Masyarakat Thionghoa Purbalingga dan CV SN Jaya Mandiri tersbeut diterima Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, di Ruang Pringgitan Pendapa Dipokusumo, 15 April 2020.

Ketua Paguyuban Masyarakat Thionghoa Purbalingga Theo Budi Setyawan berkata, paguyupan masih berupaya melakukan pembuatan masker. Targetnya, mereka bisa memproduksi 10.000 masker. Namun, karena keterbatasan tenaga penjahit, baru terproduksi 2500 masker. “Dalam dua hari baru mampu memotong 3000 lembar,” katanya.

Karena kendala tersebut, Paguyuban Masyarakat Thionghoa Purbalingga bekerjasama dengan sejumlah konveksi dan pemerintah desa. Pemerintah desa yang membutuhkan masker akan diberi bahan dan tali atau karet elastik, sedangkan paguyuban itu menyediakan kain yang sudah terpotong secara gratis.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Purbalingga juga memberikan bantuan 100 hazmat dan 300 masker, khususnya bagi tenaga medis di puskesmas. “Karena mereka yang terlebih dahulu berhadapan dengan pasien secara langsung sebelum dirujuk ke rumah sakit,” kata Ketua Baznas Purbalingga Chumaedi.

Sebelumnya, PT Indonesia Magenda Artistic, BFI Finance dan Komunitas Sanur Innocraft juga telah memberikan bantuan sosial kepada tenaga medis melalui Pemkab Purbalingga, 14 April 2020. Bantuan APD tersebut berupa 350 hazmat dan 150 penutup muka.

Bantuan APD tersebut ditujukan untuk lima rumah sakit di Kota Perwira. Yakni RSUD Goetoeng Taroenadibrata, RS Panti Nugroho, RS Harapan Ibu, RSIA Ummu Hani dan RS PKU Muhamadyah Bobotsari. Selain rumah sakit tersebut, PMI Purbalingga juga mendapatkan bantuan APD.

Vitrananta Tyas dari PT Indonesia Magenta Artisitic berkata, Purbalingga menjadi lokasi pengiriman bantuan karena sebagian dari mereka merupakan warga dari Purbalingga. “Kami memilih Purbaligga, karena kami merupakan putra daerah,” kata dia.

Bupati Purbalingga mengapresiasi gerakan masyarakat dalam membantu penanganan Covid-19 di Purbalingga. Banyak warga masyarakat yang sudah tergerak untuk bersama-sama menangani pandemi covid-19 dengan berbagai cara masing-masing.

“Bantuan seperti ini yang diharapkan oleh para tenaga medis, karena ketika kita punya uang, tetapi barangnya sangat langka di pasaran. Atas nama Pemerintah Kabupaten Purbalingga saya mengucapkan terimakasih,” tutur Bupati Tiwi.

Terlebih, Kabupaten Purbalingga merupakan kabupaten dengan jumlah penderita corona lumayan tinggi dibanding kabupaten sekitarnya di Banyumas Raya. Sehingga tenaga kesehatan harus bekerja ektra keras untuk penanganan Covid-19.

“Mudah-mudahan bantuan ini akan semakin menambah semangat para tenaga medis yang saat ini berada di garda terdepan dalam penanganan covid-19,” kata Bupati Tiwi.