BRALING.COM, PURBALINGGA – Penanganan Covid-19 di Purbalingga tidak hanya bersandar pada kemampuan tenaga kesehatan, namun juga bergantung pemerintah, tim gugus Covid-19 dan juga masyarakat. Semua pihak harus bersinergi.

Hingga 28 April 2020, Purbalingga memiliki 2539 ODP, 153 PDP dan 30 kasus positif Covid-19. Lonjakan penderita positif Covid-19 tidak lepas dari banyaknya warga Purbalingga yang menjadi bagian dari Klaster Peserta Ijtima Gowa dan keluarganya.

“Untuk mencegah penyebaran Covid-19, pemerintah yang didukung seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersama-sama,” kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi. Sekecil apapun sumbangsihnya, sangat berharga dalam upaya membatasi penyebaran Covid-19  di Kota Perwira.

Pemkab Purbalingga bersiaga menghadapi risiko lonjakan warga terpapar Covid-19 dengan menyiapkan rumah karantina untuk level kabupaten. Setelah mengecek Bumper Munjulluhur, Balai Benih Ikan Kutasari, GOR Mahesa Jenar dan Gedung Korpri di Kalimahan, Pemkab Purbalingga cenderung memilih Gedung Korpri.

“Pemerintah Kabupaten akan menyediakan ruang atau rumah karantina tingkat kabupaten yakni Gedung Korpri. Gedung ini  akan kita sulap menjadi rumah karantina, kita sediakan bed untuk para pemudik yang datang, nanti kita sekat antara perempuan dan laki-laki. Termasuk sarana prasarana seperti kamar mandi, televisi nanti akan kita siapkan,” jelas Bupati Tiwi.

“Kepada para pemudik Saya mohon dengan hormat, untuk bisa disiplin melakukan karantina di rumah. Apabila panjenengan tidak disiplin, Kami menyediakan tempat-tempat karantina baik berbasis desa maupun berbasis kabupaten untuk menampung pemudik agar pemantauan bisa lebih ketat,” lanjut Tiwi.

Pemkab Purbalingga menegaskan tidak memojokan pemudik, namun sebaiknya tunda rencana mudiknya. “Karena dari enam pasien positif Covid hingga Senin ini, semuanya memiliki mobilisasi dari kota besar episentrum penyebaran Covid-19,” kata Tiwi, Senin 24 April 2020.

Bupati Tiwi juga mengingatkan warga yang sudah terlanjur mudik, berstatus ODP dan menggunakan gelang identitas tidak keluar rumah, demi menjaga diri, keluarga dan lingkungannya. “Untuk beribadah sementara di rumah saja dulu,” imbuh dia.

“Jangan egois, kalau kondisi tubuhnya merasa tidak enak danmenunjukkan gejala ke arah covid, maka segera periksakan ke fasilitas layanankesehatan, bisa dari Puskesmas terdekat,” kata Tiwi lagi.

Sementara itu, di Kecamatan Karangmoncol, Pemerintah Kecamatan Karangmoncol, Polsek, Koramil dan Tim Gugus Tugas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 Kecamatan Karangmoncol melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan mencegat pengendara yang tidak bermasker.

“Walaupun Kecamatan Karangmoncol belum termasuk zona merah, namun perlu peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran covid-19,” kata Juli dalam keterangan pers yang diterima Braling.com, 29 April 2020.

pencegahan corona purbalingga  Semua Pihak Harus Bersinergi demi Penanganan Covid-19 di Purbalingga WhatsApp Image 2020 04 29 at 13

Dampak Pandemi Covid-19 di Purbalingga

Pandemi Covid-19 sudah berdampak ke berbagai lini kehidupan. Tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia saja. Banyak elemen masyarakat yang sudah mulai merasa kesulitan dari sisi finansialnya.

“Biasanya saya jualan roti bakar, tapi sekolah libur,” kata pedagang di SD Negeri 1 Purbalingga Kidul, Elli Yuswantiri. Elli tidak bisa jualan karena adanya kebijakan belajar di rumah bagi seluruh siswa.

Sementara Isti, yang biasa berjualan di SD Negeri 2 Kedungmenjangan, mengatasi kondisi dengan jualan di rumah. Namun, hasilnya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Pemasukannya turun drastis, sayaberharap anak-anak dapat belajar di sekolah lagi,” harap dia.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga memasukan para pedagang di sekolah dalam daftar Jaring Pengaman Sosial (JPS). Mereka menjadi salah satusektor yang terdampak langsung adanya pandemi Covid-19.

Bupati, Ketua DPRD dan perwakilan dari PGRI, MKKS,  IGTKI, K3S menyalurkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) sektor informal bagi pedagang sekolah, 20 April 2020. Pembagian simbolis paket sembako dilakukan di SMP Negeri 1 Purbalingga, SD Negeri 1 Purbalingga Wetan, SD Negeri 2 Kedungmenjangan, SD Negeri 3 Purbalingga Lor dan SD Negeri 1 Purbalingga Kidul.

“Bantuan yang kemarin sudah didonasikan oleh PGRI dan jajaran pendidikan senilai Rp 178 juta, kami gabung dengan bantuan daripemerintah daerah. Diserahkan dalam bentuk paket sembako bagi 2.382 pedagang sekolah.” katanya.

dampak corona di purbalingga  Semua Pihak Harus Bersinergi demi Penanganan Covid-19 di Purbalingga Stok kebutuhan beras di bulog purbalingga 1024x683

Ketersediaan Stok Pangan

Walau begitu, Bupati Tiwi memastikan produk pertanian pangandan sayuran di Kabupaten Purbalingga tidak terpengaruh pandemi Covid-19. BupatiTiwi memastikan ketersediaan stok tersebut ketika panen padi di Desa SumilirKemangkon, 17 April 2020.

Oleh karenanya, Pemkab Purbalingga optimis, ketersediaan bahan pangan masih aman. “Stock pangan Purbalingga aman. Sejumlah wilayah sudahmulai panen padi, dan di daerah Karangreja juga mulai panen sayuran,” kata Bupati Tiwi.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Cabang Banyumas Dani Satrio berkata, gudang Bulog di Karangsentul Purbalingga menyimpan 3000 ton beras. Dan stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan beras sampai pada bulan puasa. Bulog yakin harga akan tetap stabil.

Terpisah, Pemilik PT Asri Bumi Agung,  Marlina Natalia Setyawan berkata, stok LPG di gudangnya masih cukup untuk empat hari kedepan. Masih belum ada lonjakan harga. Namun, jika ada lonjakan harga, Marlina siap berkoordinasi dengan Dinperindag Purbalingga.

Sementara itu, Kepala UPTD BLK Hasan Nurudin berkata, kegiatan membuat masker di UPTD BLK Purbalingga bersama sejumlah relawan lintas komunitas sudah menembus produksi 200.000 masker. “Kami mencari penjahit sebanyak 287 orang dan kami beri bahannya. Sedangkan ongkos menjahit per lembar kita beri Rp 700.” katanya.

Hasil masker didistribusikan ke desa-desa yang membutuhkan. UPTD BLK Purbalingga juga membuat Alat Pelindung Diri (APD). Dengan menggunakan anggaran di Dinaker, BLK mampu memproduksi APD sejumlah 800 buah. “APD sebanyak 800 sudah kami produksi dan nantinya akan kami kirim untuk tenaga medis dan satgas Covid-19,” jelasnya.

“Dari awal teman-teman sudah berinisiatif bagaimana kita bisa bekerjasama dengan pemerintah dalam menangani Covid-19 ini. Kami kerjakan yang 200.000 lembar masker ini dalam waktu 10 hari. Bahkan saking semangatnya, kami sampai berbuka puasa disini,” kata salah satu relawan, Dyah Kusuma Wardani.