BRALING.COM, PURBALINGGA – Agenda penghimpunan dana zakat, infaq dan soadakoh (ZIS) dari Bupati Purbalingga dan sejumlah pejabat di Pemkab Purbalingga melalui Baznas Purbalingga pada Ramadan 2020, dipercepat. Alasan utamanya demi membantu warga yang terdampak Covid-19.

Penyaluran dana zakat, infaq dan sodakoh di lingkungan Pemkab kali ini dilaksanakan sepuluh hari sebelum Hari Raya Idul FItri. Yakni dilaksanakan Jumat, 15 Mei 2020 di Pendapa Dipokusumo.

“Memang agak berbeda, dibandingkan tahun lalu. Sebab, tahun ini, Purbalingga sedang diuji dengan Covid-19,” kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi sebelum menyalurkan dana ZIS ke Baznas Purbalingga.

Penghimpunan dana ZIS di Pendapa Dipokusumo tersebut berhasil menghimpun dana penerimaan ZIS sebesar Rp 20.910.000 dari bupati dan para pejabat. Sementara dana zakat fitrah yang terhimpun mencapai Rp 3.140.000.

Bupati Tiwi berkata, pandemi Covid-19 telah berdampak pada kehidupan warga di Purbalingga. Sekalipun sudah ada lima jenis bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten maupun pemerintah desa, tetap sangat dimungkinkan ada warga yang belum terkaver.

“Maka itu diperlukan gotong royong oleh berbagai pihak di Purbalingga. Sehingga nantinya, yang tidak terkaver, bisa dikaver oleh lembaga-lembaga seperti Baznas dan PMI,” kata Bupati Tiwi ketika sambutan.

Majunya jadwal penghimpunan dana ZIS ini diharapkan akan membantu Baznas Purbalingga untuk mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak Covid-19, namun belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun.

“Pemkab punya data by name by address, silahkan pakai data itu untuk menemukan siapa saja yang belum terkaver bantuan pemerintah,” imbuh Bupati Tiwi.

Ketua Baznas Purbalingga, H Chumaedi mengapresiasi atas pengimpunan dana ZIS dari lingkungan Pemkab Purbalingga. Baznas akan berupaya mendistribusikan secara maksimal dana bantuan bagi warga terdampak Covid-19 di Purbalingga.

“Semoga, tidak ada warga Purbalingga yang mengalami kesulitan, tanpa mendapatkan bantuan. Dan, kita tentunya berharap, pandemi ini akan segera berlalu,” kata H Chumaedi.

Sementara itu, Ketua MUI Purbalingga, KH Roghib Abdurrahman mengingatkan kembali bahwa zakat sama pentingnya dengan ibadah sholat. Hal tersebut, salah satunya ditandai dengan banyaknya perintah zakat selalu berdekatan dengan perintah sholat di dalam Al Quran.

“Harta yang kita miliki, tidak bisa lepas dari peran orang lain. Banyak ataupun sedikit, tersimpan keringat orang lain. Karena itu, zakat menjadi wajib untuk dikeluarkan,” kata KH Roghib sembari mengingatkan bahwa zakat berfungsi membersihkan harta sekaligus membersihkan diri sifat dengki.