BRALING.COM, PURBALINGGA – Pemkab Purbalingga akhirnya melakukan rapid test massal Covid-19 di pasar-pasar besar dan juga toko peralatan rumah tangga yang ada di Kabupaten Purbalingga. Test cepat massal tersebut digelar secara mendadak.

Dinas Kesehatan mengambil setidaknya 300 orang sample di Pasar Segamas, Pasar Bobotsari, Pasar Bukateja dan Pasar Hewan. Kemudian juga test dilaksanakan di Lingga Buah dan sejumlah pertokoan yang berderet di JL DI Panjaitan.

Sasaran test yakni pedagang, pembeli, tukang ojek serta karyawan toko. “Dari jumlah itu sebanyak tujuh orang diketahui reaktif covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga Drg Hanung Wikantono, MPPM, 28 Mei 2020.

Hanung mengungkapkan, tujuh orang yang reaktif masing-masing didapat dari sampling pasar Bobotsari sebanyak lima orang, dan dua lainnya dari pasar Bukateja. Semua yang reaktif berasal dari pedagang.

Dinas Kesehatan Purbalingga langsung melakukan penelusuran kontak langsung terhadap warga yang reaktif Covid-19 tersebut. Terutama keluarganya.

“Standar prosedur yang kami lakukan, terhadap orang yang reaktif saat rapid test, selanjutnya diminta untuk isolasi di rumah sakit dan kemudian dilakukan test Polymerase Chain Reaction (PCR),” kata Hanung.

Bupati Dyah Hayuning Pratiwi berkata Pemkab Purbalingga terus melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di Purbalingga. Terlebih, Kabupaten Purbalingga masuk masuk zona merah dan memiliki jumlah pasien terbanyak ke-5 di Jateng. Kini, Purbalingga punya 56 pasien positif Covid-19.

Bupati Tiwi sempat kecewa karena menemukan banyak pengunjung dan pedagang pasar hewan yang tidak menggunakan masker, meski imbauan sudah sering dilakukan. Di Pasar Hewan Purbalingga, Bupati Tiwi membagikan lebih dari 1.000 masker.

“Kalau untuk Pasar Segamas, Pasar Bukateja, dan Pasar Bobotsari, kesadaran pedagang dan pengunjung sudah mulai membaik. Di Pasar Hewan banyak yang tidak mengenakan masker, dan banyak pula yang masih berjubel berkerumun,” kata Bupati Tiwi.