BRALING.COM, PURBALINGGA -Isu teror pocong dan pelemparan batu kerikil ke atap rumah meresahkan warga di Kecamatan Kutasari. Meskipun tidak ada yang menyaksikan pocong dan  pelaku pelemparan, namun isu itu terlanjur menyebar dan membuat warga resah.

Keresahan warga tergambar dari respons mereka terhadap isu yang berkembang. Gabungan pemuda antardesa kini berjaga setiap malam.

Mereka berjaga hampir di tiap gang. Mereka berjaga dengan membawa bilah kayu dan bambu, bahkan ada yang membawa parang.

Desa yang ramai isu ini antara Desa Cendana, Candinata dan Karangcegak, Kecamatan Kutasari.

Kapolsek Kutasari, AKP Agus Amjat mengatakan telah meminta keterangan warga terkait isu ini. Namun hingga kini polisi tidak menemukan bukti maupun saksi yang bisa mengonfirmasi kebenaran isu tersebut.

“Yang menjadi kekhawatiran warga, ini menjadi modus kejahatan,” kata dia.

Agus juga mengantisipasi tindakan main hakim sendiri ketika ada orang asing yang masuk atau tersesat di desa itu.

Kepada kepala desa se-Kutasari, ia meminta agar jika menemukan warga yang dinilai mencurigakan langsung dilaporkan ke polisi.

“Pada setiap pembagian bantuan, saya selalu sampaikan bahwa isu itu belum tentu kebenarannya, sehingga warga bolwh tetap waspada namun tidak perlu cemas berlebihan,” ujar dia.

Untuk memberi rasa aman terhadap warga, Polsek Kutasari menerjunkan anggota untuk patroli lebih intensif. Siang petugas berjaga bersama tim gugus tugas.

Sementara malam hari polisi patroli blue light patrol. Dan selama puasa ada patroli malam hingga dini hari mencegah tindak pencurian.

Kepala Desa Candinata, Sukardi mengatakan isu teror pocong dan pelemparan batu sudah ramai sepekan terakhir. Namun hingga kini masih menjadi misteri.

“Teror melempari rumah, tapi saat dicari pelakunya tidak ketemu,” kata dia.

Dari informasi yang ia terima, teror itu terjadi setiap malam. Namun warga tidak menemukan jejak pelaku teror.

“Yang lagi heboh saat ini pocong. Tapi belum ada yang bisa membuktikan,” ujar dia.

Kata dia,  hingga saat ini warga hanya

Ia menambahkan setelah isu ini viral, warga di desanya melakukan penjagaan di setiap sudut desa.  Penjagaan dilakukan setiap malam.

“Warga ada yang menjaga di kebun,  pinggir jalan.  Hal ini terjadi setiap malam,” tutur dia.

Sementara itu Kepala Desa Karangcegak, Eko Rastono menuturkan belum ada yang bisa membutikan kebenaran teror pocong di desanya. Begitu juga teror pelemparan atap rumah.

Ia mengatakan teror lempar batu di desanya  telah terjadi secara berturut-turut selama sepekan terakhir.