Pandemi Covid-19 juga telah meluluhlantahkan sendi kehidupan para seniman di Kabupaten Purbalingga. Menghadapi tantangan pandemi ini, para pegiat seni pun menggelar pentas virtual.

Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Purbalingga memfasilitasi kegelisahan para seniman yang juga menjadi warga terdampak Covid-19 dengan membuat pentas virtual yang sekaligus dikemas untuk penggalanan donasi bagi warga terdampak Covid-19.

Ketua DKP, Bowo Leksono berkata, pentas virtual Kangen Manggung ini bertema “Seniman Kuat, Korona Minggat”. Pentas seni ini digelar dengan mengacu pada protokol penanganan Covid-19, sehingga tak dalam rupa panggung seperti biasanya.

Masyarakat bisa menonton secara live streaming di kanal-kanal media sosial dengan akun Dewan Kesenian Purbalingga (DKP) dan akun-akun pendukung lainnya. Kemudian dokumentasi kegiatan juga akan diposting di akun media sosial milik DKP.

“Tujuan dari pentas ini yaitu memberi ruang kreatif kepada para seniman di Kabupaten Purbalingga untuk tetap berkarya dan disaksikan khalayak secar virtual. Kemudian, turut aktif dengan membuka donasi bagi kebutuhan warga yang terdampak Covid-19 dan yang pasti sebagai hiburan bagi rakyat di tengah pandemi,” jelas Bowo.

Pentas virtual akan dilaksanakan pada hari Sabtu, Minggu dan Senin, 16, 17, 18 Mei 2020. Pentas dimulai pukul 15.30 – 17.30 WIB. Kesenian yang akan ditampilkan meliputi seni tradisional dan seni modern.

Dewan kesenian purbalingga  Seniman Purbalingga Atasi Dampak Covid-19 dengan Gelar Pentas Virtual “Kangen Manggung” IMG 20200514 WA0072 1024x1024

Pada hari pertama, akan dipentaskan Wayang Jemblung oleh Dalang Kusno, tari tradisi oleh Sanggar Tari Citra Budaya, musik organ tunggal oleh Martin Soliswan, aksi lukis oleh Chune Yulianto, monolog teater oleh Agustav Triono dari Katasapa, musik dari komunitas Beatbox Purbalingga, kentongan Kingsan dan band dari New Pelangi Band.

Pada hari kedua, akan dipentaskan begalan oleh Tuwarno, tari tradisi oleh Candra, band dari Ganis Dkk Band, Calung Ruwet oleh Feri Andri, pembacaan cerpen oleh Ryan Rachman dan Kukuh Pribadi, kentongan oleh Laskar Aji Saka, musik akustik oleh Agung dan band Kamuajo.

Sedangkan di hari terakhir akan dipentaskan ebeg oleh Paku Beling, musik bentongan dari Kelurahan Kalikabong, musik kolaborasi tari oleh Ani Susiningtyas, monolog oleh Trisnanto Budidoyo dari Lesbumi, stand up comedy oleh komunitas Stand Up Comedy Purbalingga, tutur lisan oleh Tomo Gondrong, wayang minimalis oleh Sutarko dan penutup band dari Modestly Band.

DKP membuka donasi yang nantinya akan diberikan kepada para seniman terdampak korona. Hal ini karena banyak seniman yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan hanya mendapatkan penghasilan dari pentas. Misalnya seniman ebeg yang sudah mendapatkan job pentas harus dibatalkan, atau guru ekstrakurikuler musik yang harus berhenti mengajar karena siswa diliburkan.