BRALING.COM, PURBALINGGA – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga tentang kewajiban warga Purbalingga untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, langsung membuahkan hukuman bagi pelanggar.

Pemkab menerapkan kebijakan tersebut mulai 1 Juni 2020. Landasan hukumnya Peraturan Bupati Nomor 56/2020 tentang Penggunaan Masker dan Gelang Identitas dalam Pencegahan Penyebarluasan Covid-19 di Kabupaten Purbalingga.

Dari hasil sweeping di Pasar Hewan Purbalingga, 1 Juni 2020, Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Purbalingga langsung mendapati 10 orang yang tidak memakai masker.

Kemudian, mereka langsung ditangkap dan dibawa ke Rumah Karantina yang disiapkan Pemkab Purbalingga, yakni Gedung Korpri yang berada di Kecamatan Kalimanah.

“Saya lupa tidak pakai masker, terburu-buru karena ada yang ngambil (beli) ayam saya di pasar hewan. Nginap semalam ya nggak apa-apa sih,” kata Ari Mujiono, warga Kalimanah Wetan, Kecamatan Kalimanah.

Selain Ari Mujiono, ada lima orang lainnya yang berasal dari Kabupaten Purbalingga. Sementara empat warga lainnya merupakan warga Kabupaten Banyumas, Cilacap dan Pemalang.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi yang juga Tim Gugus Tugas berkata, kebijakan itu diambil sebagai langkah tegas karena masih ada masyarakat yang belum sadar akan himbauan dari pemerintah, terutama tentang penggunaan masker.

10 Warga Kena Sweeping Masker di Purbalingga, Bagaimana Fasilitas Rumah Karantina? pasar hewan purbalingga covid 19 1024x683

Di lain sisi, kasus Covid-19 di Purbalingga masih belum ada tren menurun. Data terakhir kasus Covid-19 pada 1 Juni 2020, terdapat 26 orang penderita Covid-19 yang masih dalam perawatan di rumah sakit.

“Siapapun yang tidak bermasker dan berada di luar rumah, akan diinapkan di Gedung Korpri,” kata Bupati Tiwi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Umar Fauzi berkata kalau walaupuni sebagai bagian dari efek jera, pemerintah kabupaten tetap menyediakan fasilitas yang cukup memadai.

“Meski demikian kami juga memberikan sejumlah fasilitas seperti tempat tidur beserta perlengkapannya, kamar mandi, logistik berupa makan dan minum,” kata Umar Fauzi.

Akhir Mei 2020 kemarin, Bupati Tiwi berkunjung ke sejumlah pasar dan pertokoan, selepasnya ia mengutarakan kegelisahannya tentang banyaknya masyarakat yang masih tidak menggunakan masker ketika beraktivitas di pasar.

Hasil rapid test sebelumnya, pada 28 dan 29 Mei 2020, Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Purbalingga dan Dinas Kesehatan mengambil 600 sample dan menemukan 30 orang yang reaktif.

“Para pedagang di Pasar Badog maupun Pasar Hewan saya minta diatur ulang jaraknya agar memenuhi protokol kesehatan,” kata Bupati Tiwi.