BRALING.COM, PURBALINGGA – Tiga seniman dari Kabupaten Purbalingga berhasil lolos kurasi dalam program “Pentas di Rumah” yang digelar Kemenparekraf RI.

Tiga seniman tersebut yakni Agustav Triono, Umah Wayang Kemukusan dan Ki Sutarko. Mereka masuk dalam 200 karya yang terpilih untuk pentas di rumah.

Agustav yang tinggal di Desa Bojanegara, Kecamatan Padamara mengirimkan karya pentas teater monolog berjudul “Dalam Kesunyian Hari-hari”.

Dalam monolog ini, Agustav menampilkan adegan tentang seorang aktor yang rindu akan proses latihan teater, karena ada wabah pementasan dibatalkan.

Ki Sutarko Gareng menampilkan kesenian wayang jemblung. Dalam penampilannya, kesenian ini tidak diiringi musik dari para nayaga, melainkan dari mulut dalang itu sendiri.

Sementara Umah Wayang Kemukusan yang berasal dari Desa Selakambang, Kecamatan Kaligondang dipimpin Dalang Ki Kusno dan dibantu pemusik Sulung Purnomo dan Lintang Rencono.

Dalam pementasan tersebut menampilkan Wayang Jemblung berjudul “Melebur Pagebluk”.

Dalang Ki Kusno dalam Wayang Jemblungnya menyampaikan beberapa hal untuk meruwat keadaan, menghilangkan pagebluk dengan empon-empon dan daun-daun yang mengandung filosofi.

Sulung Purnomo mengaku tidak menyangka bisa masuk terpilih. “Yang mengirim karya seluruhnya sebanyak 1.652 peserta. Kami senang bisa terpilih, semoga menjadi pemicu untuk terus berkarya,” kata dia.

Sebagai informasi, program “Pentas di Rumah” adalah salah satu program dari Kemenparekraf RI. Program tersebut bertujuan untuk merangsang para seniman pertunjukan agar tetap berkarya di masa pandemi ini.

Stimulus tersebut sebesar 500 ribu untuk kategori tunggal dan 1 juta untuk kategori kelompok. Karya dari seniman Indonesia berbagai daerah tersebut dikirim melalui Instagram, berdurasi 3-5 menit, dan terakhir dikirim pertengahan Mei 2020 kemarin.