BRALING.COM, PURBALINGGA – Pasar Rakyat Bukateja bakal menjadi percontohan penerapan tatanan hidup baru alias new normal di kawasan pasar yang ada di Kabupaten Purbalingga.

Sekarang ini, pedagang Pasar Rakyat Bukateja sudah menggunakan masker, menggunakan pelindung wajah atau face shield dan lapaknya sudah dilengkapi plastik transparan sebagai pembatas antara pedagang dan pembeli.

“Saya yakin dengan faceshield dan penyekat ini, mampu melindungi pedagang dari penularan corona,” kata Sri Turyanti, yang berjualan di Pasar Rakyat Bukateja.

Sri dan para pedagang lainnya mulanya khawatir tertular Covid-19. Namun karena kebutuhan keluarga dan yakin kalau APD akan cukup membantu mencegah penularan korona, mereka kembali berjualan.

“Saya menggunakan masker sudah sejak awal corona muncul, kemudian plastik penyekat kami buat tiga hari lalu. Hari ini kami melengkapi dengan menggunakan faceshield,” kata Emma, pedagang pasar.

Kini, jumlah pedagang Pasar Rakyat Bukateja sebanyak 454 pedagang. Yang mana, 336 pedagang menempati loss dan 118 pedagang lainnya menempati kios.

Kepala Pasar Rakyat Bukateja Somikhin berkata, adanya sekat pembatas antara pembeli dengan pedagang merupakan anjuran untuk mengantisipasi penularan virus Covid-19. Kebijakan ini disetujui oleh para pedagang.

“Kami menggandeng paguyuban pedagang yang diketuai  Ali Mutaqin. Kebetulan anjuran ini disetujui dan didukung oleh seluruh pedagang pasar Bukateja.” jelasnya.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi sudah meninjau Pasar Rakyat Bukateja, 11 Juni 2020. “Pasar ini, sudah sangat siap menerapkan tatanan baru atau new normal. Saya harap, pasar-pasar lainnya di Purbalingga dapat mencontoh Pasar Bukateja,” kata Bupati Tiwi.

“Saya apresiasi langkah pengelola pasar dan para pedagang dalam menyediakan fasilitas cuci tangan dan lainnya sebagai langkah menghadapi new normal,” lanjut Tiwi.