BRALING.COM, PURBALINGGA – Pandemi Covid-19 tidak membuat peredaran narkoba di Indonesia meredup. Yang terjadi justru, masih banyak ditemukan kasus peredaran gelap narkoba di banyak kota di Indonesia.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga, Sudirman mengungkapkan hal tersebut dalam Talkshow Webinar yang bertema “Tantangan Generasi Milenial di Era New Normal”, 17 Juni 2020, via Live Zoom Meeting.

Di Bulan Mei ada pengungkapan 821 Kg sabu di Banten, 421 Kg sabu terungkap di Sukabumi, 100 Kg sabu di Cikarang. Sedangkan, di bulan Juni terungkap penyelundupan 50 Kg sabu di Pekanbaru.

“Artinya suasana Covid-19 ternyata Bandar sindikat tetap bekerja, tidak tertutup kemungkinan di Kabupaten Purbalingga, generasi kita bisa kena,” kata Sudirman.

BNN memiliki tantangan berat untuk melindungi generasi milenial di Indonesia. Bahkan peredaran kecanggihan teknologi informasi justru dimanfaatkan untuk memudahkan peredaran narkoba.

“Saya ajak kepada para generasi milenial untuk tidak diam-diam saja, tapi ada filter dari kita bersama supaya menjaga dan mengawasi daerah kita dari peredaran gelap narkoba,” Sudirman meminta.

Sebagai informasi, BNN Purbalingga mencatat, terdapat 29 klien penyalahguna narkoba yang menjalani rawat jalan di Klinik Pratama BNNK Purbalingga.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengajak generasi milenial Purbalingga untuk gotong royong menghadapi tantangan di tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19 ini. Daya kreatifitas pemuda jangan sampai berhenti, harus tetap berkarya dan berprestasi.

Dokter Spesialis Paru RSD Covid-19 Wisma Atlet Jakarta, dr Arief Ridi Arifin SpP MARS dalam webinar ini menjelaskan karena penyakit Covid-19 ini tergolong baru maka belum ada terapi spesifik. Namun terdapat beberapa opsi untuk therapy, diantaranya Azitromisin, Klorokuin Fosfat / Hidroksiklorokuin

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, drg Hanung Wikantono MPPM menjelaskan kasus positif Covid-19 di Purbalingga sempat luar biasa naik karena ada klaster Gowa. Namun 10 hari terakhir ini tidak ada penambahan kasus, sedangkan kesembuhan meningkat.

Sampai dengan 17 Juni 2020, kasus positif Covid-19 di Purbalingga terhenti di angka 59 kasus, 46 diantaranya sembuh, sisanya 12 masih dirawat.

“Prinsipnya untuk New Normal, kita saat ini hidup mau tidak mau dilingkupi oleh virus Corona di planet bumi ini, jadi ya sudah, kita berdampingan, tetapi apa yang harus kita lakukan untuk tetap produktif, yaitu protokol kesehatan itulah yang dilakukan,” kata Hanung.