BRALING.COM, PURBALINGGA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Purbalingga mendaftarkan 27 Tenaga Harian Lepas (THL) yang menjadi Tenaga Perawatan Taman di Purbalingga sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan.

Kabid Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) pada DLH Purbalingga, Titin Werdiningsih berkata, di Purbalingga ada 34 THL Tenaga Perawatan Taman di Purbalingga, namun baru 27 THL yang sudah terdaftar.

“Kami tentunya berharap nanti sisanya 7 orang akan segera menyusul teman-teman yang sudah menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan,” kata Titin.

Penyerahan tanda keanggotaan dilakukan secara simbolis dengan menyerahkan rompi BPJS Ketenagakerjaan bagi petugas taman di Sentul Garden, 22 Juni 2020.

Titin menjelaskan, biaya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari 27 THL petugas perawatan taman dibayarkan secara mandiri. Ia berharap kedepannya biaya kepesertaan bisa dianggarkan melalui APBD.

“Meskipun iurannya Rp 10.500 kalau tidak dipikirkan dari awal akan membebani juga secara personal karena dibayar secara pribadi,” tutur Titin.

Karena itu, Titin akan mendorong pemerintah kabupaten untuk bisa membantu pembiayaan BPJS Ketenagakerjaan bagi THL Tenaga Perawatan Taman di Kabupaten Purbalingga.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purbalingga, Mabrur Ari Wuryanto mengapresiasi DLH Purbalingga yang sudah mengkoordinir THL Tenaga Perawatan Taman untuk ikut serta menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Tenaga Perawatan Taman terdaftar dalam dua program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian.

“Iuran sebesar Rp 10.500 itu sudah melindungi peserta BPJS Ketenagakerjaan dari mulai berangkat bekerja dari rumah, saat beraktivitas di tempat kerja sampai pulang ke rumah,” kata Mabrur.

Dengan dukungan dari pemerintah untuk mengkoordinir pegawai non PNS atau THL menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan ini sebagai bentuk kepedulian.

Dengan terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan, mereka dapat bekerja dengan aman dan nyaman.

“Untuk petugas taman ini sendiri sudah melakukan iuran BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 6 kali,” kata Mabrur Ari.