BRALING.COM, PURBALINGGA – Sebanyak 30 pondok pesantren di Kabupaten Purbalingga menerima bantuan peralatan berupa paket peralatan konveksi dan paket peralatan bakery dari Pemkab Purbalingga.

Bantuan paket peralatan tersebut diharapkan mampu mendorong tumbuhnya semangat UMKM di kalangan ponpes. Pembagian simbolik dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Barokah, Desa Beji, Bojongsari, 19 Juli 2020.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi berkata, Pemkab Purbalingga mempunyai program pemberdayaan ekonomi pondok pesantren. Dengan begitu, ponpes tidak hanya bergerak diranah religi, namun juga ekonomi mandiri.

“Sesungguhnya Ponpes juga harus berpikir bagaimana para santri setelah selesai mengenyam pendidikan di Ponpes ini bisa mandiri,” kata Bupati Tiwi di Kopi Darat (Kopdar) UMKM Jawa Tengah di Ponpes Nurul Barokah.

Pembagian bantuan peralatan tersebut sudah disesuaikan dengan identifikasi potensi masing-masing ponpes dan sudah ada pelatihan terlebih dahulu, sebelum bantuan peralatan diserahkan secara bertahap.

“Ke depan nanti kita juga bisa bantu permodalan agar bagaimana santri ini setelah selesai pendidikan bisa mandiri, paling tidak bisa cari pekerjaan sendiri atau membuka lapangan sendiri menjadi entrepreneur,” kata Bupati Tiwi.

Bupati Purbalingga juga mengajak para pelaku UMKM untuk terus bergerak walaupun sedang di tengah pandemi Covid-19. Bupati Purbalingga juga menjelaskan tentang program Bela-Beli Produk Purbalingga, Kredit Mawar hingga program pembinaan lainnya.

Pemkab Purbalingga bekerjasama dengan Bukalapak melalui platform Tuka-Tuku dan juga kerjasama show product yang bekerjasama dengan Alfamart.

“Sekarang baru 4 Alfamart target saya seluruh Alfamart di Purbalingga bisa menjual produk UMKM dari Purbalingga ini,” kata Bupati Tiwi.