BRALING.COM, PURBALINGGA – Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Guyub Rukun Karangmoncol berhasil meraih peringkat pertama dalam Koperasi Award 2020. Penghargaan dilaksanakan dalam rangka Hari Koperasi ke 73.

Sementara pada ranking kedua diraih KPRI Mempeng Kaligondang, kemudian ranking ketiga diraih oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Wanita Utama.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyerahkan penghargaannya pada Tasyakuran Hari Koperasi ke 73 di pendapa Dipokusumo, 16 Juli 2020.

Siswadi, Ketua KPRI Guyub Rukun menjelaskan KPRI Guyub Rukun memiliki 185 anggota dengan volume usaha Rp 3,7 miliar. KPRI Guyub Rukun mulanya koperasi simpan pinjam, kemudian berkembang dan melakukan diversifikasi usaha berupa bisnis waralaba dengan membuka toko GR-Mart.

“Toko ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok, termasuk ATK, serta menampung dan menjual berbagai kerajinan UMKM Karangmoncol. GR-Mart saat ini sudah menjadi pangkalan gas LPG,” kata Siswadi.

“Satu harapan kami, karena KPRI semua anggotanya adalah PNS, kami ingin ada ATM Bank Jateng di halaman KPRI Guyub Rukun,” imbuh Siswadi.

Kabid Koperasi pada Dinkop UMKM, Endang Suciati berkata, sebanyak 178 koperasi mengikuti seleksi Koperasi Award 2020. Mereka diseleksi menjadi 30 besar dan diranking.

Penilaiannya meliputi aspek kesehatan koperasi, meliputi aspek permodalan, aktiva produktif, manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian dan pertumbuhan, serta jati diri koperasi.

Penilaian juga mengacu pada Peraturan Deputi (Perdep) Bidang Pengawasan Nomor 06/Per/Dep.6/IV/2016 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam Koperasi dan Perdep No 7 tentang penilaian kesehatan koperasi berbasis syariah.

Bupati Dyah Hayuning Pratiwi berharap, setiap tahun saat momentum hari koperasi diadakan penghargaan “Koperasi Award”. Dengan begitu, koperasi yang juara dapat menjadi contoh dan menginspirasi koperasi-koperasi lain.

Dikatakan, persaingan di lembaga keuangan saat ini sangat luar biasa. Telah terjadi persaingan yang sangat ketat antara perbankan dengan lembaga-lembaga keuangan lain, termasuk koperasi.

Suka tidak suka, koperasi utamanya yang memiliki usaha simpan pinjam harus dapat bersaing dengan perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Kemajuan dan perkembangan jaman juga harus selalu diikuti oleh koperasi. Koperasi harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperkuat usahanya.

Bupati Purbalingga berharap koperasi di Purbalingga ke depan merupakan koperasi yang berbasis IT, terlebih di tengah persaingan dengan lembaga perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

“Apalagi eranya merupakan era teknologi, era 4.0 sudah barang tentu para pengurus koperasi harus mampu menyesuaikan dengan perkembangan jaman saat ini,” kata Bupati Tiwi.