BRALING.COM, PURBALINGGA – Jong Purbalingga mengusung empat program andalan sebagai wujud komitmen menjadi wadah sekaligus jembatan bagi aksi kolaborasi, aspirasi dan kreatifitas lintas komunitas anak muda di Kabupaten Purbalingga.

Program andalan Jong Purbalingga tersebut yakni Purbalingga Sinau, Piknik Nang Purbalingga, Purbalingga Mengaji dan Purbalingga Bertani.

Jong Purbalingga mengungkapkan program-program andalan tersebut ketika audiensi dengan Bupati Purbalingga di Ruang Rapat Bupati, 16 Juli 2020.

Ketua Jong Purbalingga, Aris Widiarso menjelaskan kalau Purbalingga Sinau, merupakan program edukasi yang menyasar anak-anak. Lokasi belajarnya di alam terbuka.

“Sistem pengajarannya adalah belajar bersama dengan pemuda Purbalingga dengan materi pelajaran informal seperti kepemimpinan, kepekaan sosial, seni dan budaya,” kata Aris.

Piknik Nang Purbalingga menjadi upaya Jong Purbalingga untuk mempromosikan destinasi wisata di berbagai daerah di Purbalingga. Isu pariwisata menjadi perhatian sebab, anak muda kekinian sangat menyukai aktivitas traveling.

“Tak hanya berwisata, gerakan ini juga dimaksud untuk mensuport pelaku wisata setempat untuk berbenah, memberikan pelayanan yang baik dan mempromosikannya terutama di media sosial,” imbuh Aris.

Sementara, Purbalingga Mengaji dimaksudkan untuk mendorong pemuda Purbalingga untuk mempunyai akhlak dan pengetahuan agama yang baik. Oleh karena itu kegiatan ini dilaksanakan untuk mengisi siraman rohani bagi anak muda.

Kegiatan ini akan diselenggarakan oleh organisasi keagamaan pemuda Purbalingga yaitu Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Muhamadiyah (IPM). Namun, dengan kemasan yang kekinian.

Mengenai Purbalingga Bertani, Aris menjelaskan bahwa wilayah Purbalingga sebagai kawasan agraris menjadi latar belakang munculnya program ini. Apalagi, sekarang ini, minat anak muda untuk bertani sudah ada namun butuh support yang lebih kuat.

“Pada kegiatan awak akan dilaksanakan kegiatan panen kopi bersama di Gunung Malang Desa Serang Karangreja sebagai penghasil kopi arabica berkualitas yang menjadi icon kopi Purbalingga,” Aris menjelaskan.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi tampak sumringah mendengarkan paparan program dan konsep kerjam Jong Purbalingga tersebut. Bupati Tiwi menyebut, program Jong Purbalingga selaras dengan program Pemkab Purbalingga.

Pada forum audiensi itu, Bupati Tiwi berharap, Jong Purbalingga mampu ikut serta dan berkontribusi dalam pembangunan dan kemajuan Purbalingga. Terutama di program bidang pendidikan, pariwisata, keagamaan dan pertanian.

“Dengan adanya Jong Purbalingga ini, bisa menggerakan masyarakat utamanya pemuda-pemuda Purbalingga untuk bisa terus berkarya dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Kabupaten Purbalingga,” kata Tiwi.

“Saya mengapresiasi dan mendukung kegiatan seperti Purbalingga Sinau, Piknik Nang Purbalingga, Purbalingga Mengaji dan Purbalingga Bertani, program-program ini nantinya kita sinergikan dengan OPD-OPD terkait,” ujarnya.

Bupati Tiwi mengungkapkan, dirinya sudah bersiap membentuk Forum Lintas Pemuda (FLP) di bawah naungan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga. FLP ini diharapkan mampu memberikan saran membangun yang kreatif dan segar.

“Jong Purbalingga ini menjadi embrio dari FLP dan harapannya kontribusi, saran dan masukan dari pemuda-pemuda ini dapat terakomodir dengan baik,” tutur Bupati Tiwi.