BRALING.COM, PURBALINGGA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga menerjunkan 2.129 petugas PPDP untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit). Mereka akan melakukan coklolit sampai dengan 13 Agustus 2020.

KPU Purbalingga memastikan coklit dilaksanakan sesuai protokol kesehatan Covid-19. Saat bertugas, PPDP dilengkapi dengan APD mulai dari masker, faceshield dan sarung tangan. Dengan memperhatikan jarak aman, dalam kunjungannya PPDP mengupayakan untuk tidak masuk ke dalam rumah.

Petugas PPDP akan meminta pemilih menunjukkan KTP elektronik atau surat keterangan dan Kartu Keluarga (KK). Petugas lantas memeriksa kesesuaian data pemilih. Jika data sudah sesuai,petugas akan menempel stiker di depan rumah.

Saat mendampingi proses coklit di rumah dinas bupati, Komisioner KPU Purbalingga, Catur Sigit Prastyo menjelaskan coklit secara serentak dilaksanakan 18 Juli 2020 khususnya untuk tokoh masyarakat, tokoh politik, tokoh agama dan lainnya.

“Petugas hanya memastikan data yang dimiliki KPU dalam Daftar Pemilih Sementara sama dengan data kependudukan pada Kartu Keluarga maupun KTP elektronik. Jadi tujuan coklit ini agar seluruh masyarakat Purbalingga terdata pada daftar pemilih dalam pemilukada 9 Desember 2020,” katanya, 18 Juli 2020.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi berharap, proses coklit bisa dilakukan secara maksimal. Jangan sampai ada warga yang terlewatkan dalam proses pendataan tersebut.

“Saya nderek titip, karena apapun saya pernah punya pengalaman terkait pencoklitan. Walaupun pada saat itu sudah dicoklit, akan tetapi pada saat hari H saya tidak mendapatkan form undangan C-6. Saat itu saya wakil bupati, tapi kok bisa ketriwal,” kata Bupati Tiwi.

Bupati Tiwi juga mengajak masyarakat Purbalingga untuk turut membantu petugas PPDP agar proses pencoklitan bisa berjalan lancar dan sukses.

Bupati Tiwi juga mengajak masyarakat Purbalingga untuk ikut berpartisipasi mensukseskan pesta demokrasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga, 9 Desember 2020. “Ampun golput nggih bapak-ibu,” ajaknya.