BRALING.COM, PURBALINGGA – Pondok Pesantren Minhajut Tholabah yang ada di Desa Kembangan Kecamatan Bukateja, telah bersiap menyambut kembali santrinya melaksanakan pembelajaran atau kajian di pondok pesantren.

Pengurus Yayasan dan Gugus Tugas Minhajut Tholabah (Minthol) telah melakukan berbagai persiapan protokol kesehatan dan infrastruktur pendukungnya sesuai dengan aturan Kementerian Agama dan Gugus Tugas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid-19.

“Sebelum kedatangan santri kami telah melakukan berbagai persiapan termasuk pembuatan sarana dan prasarana cuci tangan pakai sabun, merekonstruksi kamar santri serta pengaturan tempat ibadah dan ruang pembelajaran agar sesuai syarat physical distancing,” kata Ketua Pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Tholabah, Kyai Ma’ruf Salim.

Hal itu disampaikan ketika Tim Gugus Tugas Kabupaten Purbalingga yang diketuai Bupati Dyah Hayuning Pratiwi datang ke bersama Forkopimda, ke Ponpes Minthol, 6 Juli 2020. Ketua Yayasan PPI Minthol, Kyai Basyir Fadlulloh hadir langsung menyambut peninjauan itu.

Ponpes Minthol mengapresiasi respon cepat Tim Gugus Tugas Kabupaten atas permohonan ijin yang diajukan, sehingga proses penerimaan kembali para santri yang terdiri dari 900 santri mukim dan 200 santri non mukim dapat segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Mintol, Waryadi menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan empat skenario yang harus dilalui para santri dari sebelum menuju ponpes, sebelum masuk area ponpes, masa karantina di pondok serta pasca karantina.

“Para santri yang akan kembali ke Ponpes harus sehat dan membawa surat keterangan sehat dari Puskesmas setempat. Khusus santri yang berasal dari luar Jawa Tengah wajib melakukan rapid test,” kata Waryadi.

Selain itu, santri wajib membawa peralatan pribadi, membawa masker minimal 3 buah dan hanya diperbolehkan diantar oleh maksimal 2 orang. Nantinya, dalam proses memasuki area pondok juga dilakukan pengaturan sesuai protokol kesehatan.

“Kami juga menerapkan proses karantina selama 14 hari kepada seluruh santri sebelum dilakukan pembelajaran,” Waryadi menambahkan.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengapresiasi persiapan pembelajaran di pondok. Meski demikian Tim Gugus Tugas Kabupaten Purbalingga tetap membutuhkan data santri, khususnya yang berasal dari zona merah Covid-19.

“Saya menekankan beberapa hal agar proses penerimaan kembali santri dapat dilakukan dengan protokol kesehatan secara ketat. Termasuk proses karantina selama 14 hari juga harus diawasi secara ketat sehingga setelah karantina dapat dilaksanakan pembelajaran secara aman,” kata Bupati Tiwi.

Dandim 0702 Purbalingga Letkol Inf Yudhi Novrizal yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Covid Kabupaten Purbalingga juga meminta komitmen seluruh pengasuh dan santri Ponpes Minhajut Tholabah dalam menjalankan protokol kesehatan selama masa karantina 14 hari pertama.

“Pendataan santri baik yang berasal dari Purbalingga maupun luar Purbalingga penting dilakukan untuk mempermudah melakukan penelusuran. Selain itu saran Saya adalah sebelum masuk ke pondok, para santri wajib memenuhi persyaratan yang telah ditentukan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tiwi juga memberikan bantuan masker dan alat penyemprot desinfektan. Sedangkan BPBD Purbalingga melakukan penyemprotan desinfektan diseluruh kawasan Pondok Pesantren Minhajut Tholabah.